Piala Dunia U-20: Perlu Rp 60 Miliar Benahi Stadion Mandala Krida

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, yang sepi dari penonton saat Timnas- U-19 melawan Iran, Rabu, 11 September 3019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Suasana Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, yang sepi dari penonton saat Timnas- U-19 melawan Iran, Rabu, 11 September 3019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai membahas kebutuhan anggaran untuk membenahi Stadion Mandala Krida Yogya. Langkah itu ditempuh usai Yogyakarta terpilih menjadi salah satu lokasi perhelatan Piala Dunia U-20 2021.

    Pemerintah daerah (Pemda) belum menentukan besaran anggaran yang disiapkan. Mereka menunggu detail syarat dan kebutuhan yang harus dipenuhi sesuai rekomendasi resmi FIFA.

    Kepala Seksi Sosial Budaya Bidang Anggaran Belanja Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Yogyakarta, Prambudi Setiono, mengatakan Pemda secepatnya melakukan perbaikan dan ditargetkan tuntas pada 2020.  

    “FIFA akan melakukan peninjauan lagi ke semua venue enam bulan setelah penunjukan stadion itu untuk Piala Dunia U-20,” ujar Prambudi, Selasa, 5 November 2019. Ia memprediksi kebutuhan pembaikan fasilitas stadion agar sesuai level internasional itu mencapai Rp 60 miliar.

    Namun Pemda DIY berharap ada kepastian venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20 setidaknya November 2019 ini karena anggaran 2020 tengah dibahas bersama DPRD DIY saat ini. Ihwal standar fasilitas stadion yang diharapkan FIFA ialah kursi penonton yang tunggal, kekuatan lampu stadion berapa lux, juga kebutuhan papan skor digital.

    Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY, Syauqi Suratno, mengatakan Piala Dunia U-20 pada 2021 ini tak hanya mengukir sejarah baru untuk sepak bola Indonesia.Menurut dia, turnamen Piala Dunia U-20 bisa berdampak besar bagi sepak bola Indonesia. 

    Asprov PSSI DIY juga tengah menanti beberapa catatan dari FIFA terkait dengan lapangan penunjang. Syauqi menuturkan, jika dengan skema pertandingan satu grup terdiri dari empat tim, beberapa stadion dan lapangan sepak bola pendukung di DIY pun telah disiapkan sebagai tempat latihan.

    Stadion yang disiapkan diantaranya ialah Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Lalu lapangan sepak bola Universitas Islam Indonesia (UII), serta lapangan sepak bola Yogyakarta Independent School (YIS).

    "Kami masih tunggu masukan dan catatan secara teknis dari FIFA yang disampaikan lewat federasi (PSSI), lalu diteruskan ke pengelola stadion,” ujarnya. Syauqi mengatakan untuk pertandingan dengan level youth, untuk fase grup, tak masalah dengan venue berkapasitas 8 ribu sampai 15 ribu orang.

    “Tapi dalam konteks manajemen stadion kan juga akan hitung-hitungan sisi komersialnya, itu kalau mau diefektifkan semuanya. Hitungan match manajemennya jadi lebih pasti, seperti bagaimana suporter yang masuk ke stadion," ujarnya.

    Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga DIY Edy Wahyudi selaku otoritas pengelola Stadion Mandala Krida mengatakan saat ini Stadion Mandala Krida memiliki kapasitas sekitar 25.000 penonton. Jika seluruh tribun dilengkapi fasilitas single seat, kapasitas stadion diprediksi menyusut menjadi 21.900 penonton.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.