Wawancara Iwan Bule: Piala Dunia U-20 Bukti Negara Hadir

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Antara

    Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan Presiden Jokowi begitu memperhatikan sepak bola nasional. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menyebutkan kepedulian presiden terlihat dalam rapat kabinet terbatas khusus membahas prestasi sepak bola nasional.
     
    "Beliau rapat sidang kabinet terbatas, berapa kali bicara sepak bola. Kita patut berbangga dan bersyukur memiliki presiden yang amat care dengan dunia sepak bola," ujar Iwan Bule dalam wawancara eksklusif dengan Tempo, Rabu, 6 November 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.
     
    Sebagai olahraga paling populer di Indonesia, lanjut dia, Presiden Jokowi melihat potensi pemersatu bangsa melalui sepak bola. Kalau timnas sudah bermain, ia mengatakan, masyarakat sudah melupakan perbedaan suku, agama, bahkan pilihan politik. "Lupa itu ada kubu-kubu masalah Pilpres. Begitu (urusan) bola jadi satu saja mereka," ungkap dia.
     
    Berikut kutipan wawancara Tempo dengan Iwan Bule tentang sepak bola sebagai alat pemersatu: 
     
    Menpora mendapat pesan khusus dari Presiden Jokowi soal sepak bola. Apa Anda menerima arahan dari Menpora?
     
    Kami kan tahu Presiden Jokowi sangat concern kepada olahraga, terkhusus ke sepak bola. Apa parameternya? Beliau rapat sidang kabinet terbatas, berapa kali bicara sepak bola. Kita patut berbangga dan bersyukur memiliki presiden yang amat care dengan dunia sepak bola. Di mana ini olahraga yang paling digemari oleh rakyat.
     
    Indonesia menempati peringkat kedua di dunia setelah Nigeria, sebagai penggila sepak bola. Beliau menangkap hal itu dan bola jadi alat pemersatu. Teman-teman lihat kalau sudah main timnas, ada nggak yang membedakan agama dan suku. Makanya timnas harus menang, (bakal) jadi persatuan yang luar biasa. Lupa itu ada kubu-kubu masalah Pilpres, begitu (urusan) bola jadi satu saja mereka.
     
    Presiden care banget sama bola. Manifestasi dari itu beliau mengeluarkan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Kemajuan Sepak Bola. Itu sudah keluar awal tahun. Pengurus lama itu belum ditindaklanjuti, mungkin sibuk dan lain sebagainya. Karena yang tertunda, mungkin karena ada Pilpres dan sebagainya.
     
    Saya tidak mengerti tapi saya tidak bicara itu. Yang jelas kita harus sambut tentunya dengan roadmap, jalannya itu ke mana. Kalau nanti 12 kementerian terlibat dalam Inpres. Nanti bisa dibuka saja, BUMN itu mau ke mana, ada peta jalannya. Perlu itu, kita memang harus begitu. Meskipun kita tahu kementerian yang di kedepankan adalah Kemenpora. Tapi kan dari kita (PSSI), yang tahu dari mana lapangan berapa banyak, kan dari kita. Tahu kami belum punya kantor, dari kami yang nyampaikan. Jadi salah satunya itu.
     
    Kalau dibuka Inpres tersebut sampai 12 kementerian terlibat menyukseskan, hanya bola. Makanya pas beliau memanggil menteri ke Istana disampaikan ke Menpora, Zainudin, hanya satu saja. Ini membuat pekerjaan rumah besar bagi saya karena memang PSSI membidangi ini. Sehingga saya langsung jemput bola, langsung menghadap ke Menpora untuk mendiskusikan Inpres.
     
    Adakah soal Piala Dunia U-20 pada 2021?
     
    Itu sangat penting sekali, presiden amat sangat berharap Piala Dunia bisa terwujudkan berkat presiden kita yang luar biasa gigih. Beliau bersurat kepada FIFA. Beliau meminta kementerian terkait melakukan hal yang sama.
     
    Kapolri dulu Pak Tito bersurat menjamin keamanan, menteri-menteri lain juga demikian. Itu memang luar basa. Baru Sekjen berangkat untuk menindaklanjuti, tapi peran pemerintah yang besar sekali. Tanpa peran beliau tidak akan terwujud.
     
    Menjelang ini kan tentunya Piala Dunia U-20 harus sukses penyelenggaraan, sukses turnamen, sukses semua. Ada safety and security. Kemudian ada akomodasi, ada transportasi. Ada fiskal, ada barang masuk. Itu kan harus bicara dengan kementerian.
     
    Nanti kami adakan rapat itu karena pemerintah mendukung. Nanti SOC dari kami, karena itu memang bola. Piala Dunia tapi tanpa dukungan pemerintah tidak bisa. Termasuk menyiapkan lapangan yang sudah disiapkan yang akan menjadi tempat pertandingan.
     
    Saya baru melihat ke Pakansari kemarin, Pak Menpora kan ke Gelora Bung Tomo. Masih ada waktu tapi waktu ini dikejar, kelihatannya setahun tapi kalau begitu melaksanakan akan cepat sekali. INASGOC, Asian Games itu hampir dua tahun ya (persiapan), jadi ini juga harus cepatkan. Sehingga kami jemput bola kemarin untuk segera diskusikan dan rapatkan dengan pemerintah berkaitan dengan ini. Itu yang disampaikan Menpora kepada saya.
     
    Baru sekali ketemu Menpora?
     
    Sebelum jadi ketua, kan kenal baik dengan beliau. Semua sudah saya sampaikan. Memang sudah jalan Allah. Waktu saya menyampaikan visi misi ke para voters. Saya sudah jalan sembilan bulan yang lalu ke meraka. Saya jalan ke Semarang, Surabaya, ke Indonesia bagian Timur, ke Kalimantan. Ada sepuluh kali lah. Semua voters saya temui. Ini visi misi saya. Kalau kalian memang cocok, silakan. Kalau nggak, tidak jadi masalah. Silakan cari pemimpin yang lain.
     
    IRSYAN HASYIM
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.