Liga 2: Marin Ungkap Kelemahan Mitra Kukar Saat Ditekuk Persiraja

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitra Kukar. (instagram/@mitrakukarfc.official)

    Mitra Kukar. (instagram/@mitrakukarfc.official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Mitra Kukar Rafael Berges Marin menyesalkan penyelesaian akhir pemain depannya yang gagal memanfaatkan sejumlah peluang saat melawan Persiraja Banda Aceh di babak 8 besar Liga 2 di Sidoarjo, Sabtu.

    “Kami banyak peluang, tapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat kami gagal memanfaatkan momentum,” ujarnya kepada wartawan usai pertandingan

    Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur tersebut, Mitra Kukar dikalahkan 2-0 oleh Persiraja. Dua gol Persiraja dicetak Andri Abubakar menit ke-25 dan Husnuzhon menit ke-39.

    Pada laga yang hanya disaksikan ratusan penonton tersebut, Mitra Kukar memang lebih mendominasi, khususnya di babak kedua.

    Namun, selama 90 menit tak ada satu gol pun tercipta meski Mitra Kukar memainkan eks-striker Timnas U-23 Muhammad Rafli serta Ahmad Bustomi saat laga menyisakan sekitar 25 menit.

    “Dua gol di babak pertama terjadi karena kurang perhatiannya pemain belakang. Lalu saat babak kedua lebih baik, tapi tidak berhasil cetak gol,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.

    Di tempat sama, pemain Mitra Kukar Roni Fatahilah mengaku kecewa terhadap hasil akhir, namun ia dan rekan-rekannya harus segera melupakan untuk fokus ke laga berikutnya.

    “Kami pasti instrospeksi dan evaluasi agar pertandingan kedua dan ketiga meraih hasil positif,” katanya.

    Gagalnya meraih poin membuat tim berjuluk Naga Mekes tersebut menjadi juru kunci, sedangkan Persiraja memuncaki klasemen sementara Grup A.

    Pertandingan 8 besar Liga 2 lainnya, Sabtu malam, Persewar Waropen menghadapi Sriwijaya FC di stadion sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.