Wawancara Iwan Bule: Kolaborasi dengan Polri Berantas Mafia Bola

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. TEMPO/Nurdiansah

    Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengatakan bakal mengandeng polisi untuk memberantas mafia bola yang telah lama mengerogoti prestasi sepak bola tanah air. Salah satu langkahnya dengan memberikan akses Satgas Antimafiabola mengawasi kompetisi di Indonesia.
    "Saya polisi, satgas juga dari polisi. Kalau ada yang macam-macam, ya kita dorong saja ke ranah hukum," ujar Iwan Bola dalam wawancara eksklusif dengan Tempo, Rabu, 6 November 2019.  
    Berikut ini kutipan wawancara bersama Iwan Bule di sela-sela pemberian arahannya kepada Timnas U-19 di Hotel Sultan.
     
    Apa komitmen anda dalam pemberantasan mafia bola? 
     
    Saya mendapat dukungan dari Polri. Dukungan Pak Tito Karnavian (mantan Kapolri dan kini Menteri Dalam Negeri) sungguh luar biasa. Beliau bilang, saatnya memajukan sepak bola Indonesia. Semua Satgas Antimafia Bola akan mendukung Abang. Itu yang beliau sampaikan.
     
    Apa dukungan yang diberikan?
     
    Jadi kesempatan kemarin  Kalau selama ini tidak pernah disentuh. Untouchable memang dulu permainan itu. Kemarin tersentuh oleh Polri kan. Ekspektasi masyarakat luar biasa dan berubah memang. Sekarang saya belum bisa bicara. Kecil-kecil mungkin ada. Liga kecil mungkin ada. Maaf, kalau saya salah. Yang jelas, itu berubah. Bisa ditanyakan ke pemilik klub, itu memberikan efek yang tinggi satgas itu.
     
    Bagaimana dengan pemberantasan mafia bola sejauh ini?
     
    Mafia bola selama ini tak tersentuh. Kini mafia bola sudah jauh berkurang. Respons masyarakat pun bagus. Sudah ada efek jera bagi pelaku.
     
    Bagaimana dengan Komite Eksekutif soal pemberantasan mafia bola?
     
    Saya sudah gebrak mereka. Saya ingin mereka satu pikiran dengan saya.  Saya ingatkan mereka, jangan aneh-aneh. Kalau nekat, ya saya dorong (ke polisi).
     
    Bagaimana jika ada anggota Komite Eksekutif (Exco) masih aktif juga sebagai pemilik klub?
     
    Memang tak ada larangan itu. Jadi, tinggal komitmen pribadi mereka saja. Saya akan minta anggota Exco yang punya klub tak boleh mengurusi masalah kompetisi dan jadwal. Saya juga akan rekrut orang dari Inggris untuk mengawasi mereka. 
     
    Seperti apa komunikasi Anda dengan Tim Satgas Antimafia Bola nantinya?
     
    Tak usah diragukan. Saya polisi, satgas juga dari polisi. Kalau ada yang macam-macam, ya kita dorong saja ke ranah hukum. 
     
    Anda masih berdinas di Lemhanas, masih bisa bagi waktu?
     
    Ini buktinya saya masih bisa. Memang di Lemhanas waktunya tak sepadat ketika masih Kapolda. Jadi, hampir bisa dipastikan Jumat itu sudah longgar hingga akhir pekan. Yang penting kami sudah berikan kajian tentang ketahanan negara kepada Bapak Presiden. Sisanya, kalau ada siswa pelatihan, ya kami berikan pelatihan, begitu saja. 
     
    Seperti apa respons Gubernur Lemhanas?
     
    Beliau juga memberikan dukungan luar biasa. Beliau yakin saya bisa membagi waktu kerja dengan baik. 
     
    Sejak kapan suka sepak bola?
     
    Saya dulu Persib Junior tahun 1973. Posisinya bek kanan, sekarang sekadar main bola sama cucu.
     
    IRSYAN HASYIM
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.