Liga 2: Pemain Sriwijaya FC Jinakkan Cuaca Panas Sidoarjo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya FC. (instagram/@sriwijayafc.id)

    Sriwijaya FC. (instagram/@sriwijayafc.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Liga 2 Indonesia babak delapan besar kembali bergulir pada pekan ini. Delapan tim yang terbagi dalam dua grup akan menjalani pertandingan kedua.

    Selain menyiapkan strategi, tim-tim yang berlaga juga harus beradaptasi dengan panasnya cuaca di Sidoarjo. Cuaca panas rupanya menjadi tantangan tersendiri sebab walau sudah memasuki sore hari suhu di Sidoarjo bisa mencapai 30 derajat celcius, bahkan terkadang lebih tinggi lagi.

    Pertandingan di Grup A digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Empat tim yang berada di grup ini ialah Persijara Banda Aceh, Sriwijaya FC, Persewar Waropen, dan Mitra Kukar.

    Pemain Sriwijaya FC, Yericho Christiantoko, mengatakan cuaca panas di Sidoarjo menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Apalagi, Sriwijaya akan meladeni permainan Mitra Kukar pada Rabu, 13 November 2019 pukul 15.30 WIB.

    "Kami main sore. Cuaca Sidoarjo sedang panas sekali. Lumayan mempengaruhi tapi sekarang sudah adapatasi sama cuaca di sini," ucap Yericho, Selasa, 12 November 2019.

    Pemain berusia 27 tahun ini memastikan Sriwijaya FC sudah siap untuk meraih tiga poin lawan Mitra Kukar. Mereka dalam motivasi yang tinggi usai meraih kemenangan di laga perdana.

    "Kami sudah latihan bersama coach Kas Hartadi. Mempersiapkan taktik dan strategi buat lawan Mitra Kukar. Karena Mitra Kukar tim bagus yang mayoritas tidak berubah dari sebelumnya saat mereka di Liga 1," Yericho.

    Sriwijaya FC butuh kemenangan saat berjumpa Mitra Kukar. Sebab, Laskar Wong Kito bakal punya peluang besar lolos ke semifinal andai menang atas Mitra Kukar. Sriwijaya kali ini sudah meraih tiga poin dan berada di posisi kedua klasemen Grup A.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.