Diburu Tottenham Hotspur, Memphis Depay Milik Manchester United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Lyon, Memphis Depay, saat terjatuh dalam laga International Champions Cup 2018 melawan Chelsea di Stamford Bridge, London, Rabu dinihari WIB, 8 Agustus 2018. The Blues akan melakoni laga pembuka Liga Inggris melawan Huddersfield Town pada 11 Agustus mendatang. Reuters/John Sibley

    Ekspresi pemain Lyon, Memphis Depay, saat terjatuh dalam laga International Champions Cup 2018 melawan Chelsea di Stamford Bridge, London, Rabu dinihari WIB, 8 Agustus 2018. The Blues akan melakoni laga pembuka Liga Inggris melawan Huddersfield Town pada 11 Agustus mendatang. Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Teknik Lyon FC, Juninho, memastikan Manchester United memiliki hak untuk lebih dulu merekut penyerang andalan mereka asal Belanda, Memphis Depay.

    Lyon membeli Memphis Depay dari  Manchester United pada 2017 dan dalam perjanjian waktu itu ada kabar bahwa klub raksasa Liga Primer Inggris tersebut punya hak untuk membeli Depay lagi.

    Kabar itu sekarang telah dikonfirmasi Juninho, yang berbicara di situs klub papan atas Liga 1 Prancis tersebut untuk menanggapi rumor tentang akan kembalinya Depay ke Liga Primer Inggris.

    Dalam pekan ini berkembang di media Inggris soal kesiapan Tottenham Hotspur memboyong Depay dalam bursa transfer Januari 2020 dengan harga transfer 50 juta pound sterling atau sekitar Rp 903,68 miliar.   

    Juninho lebih lanjut mengatakan, “Tapi, kami belum menerima satu tawaran pun. Manchester United punya opsi peryama ketika klub membeli Memphis.”

    Memphis Depay memiliki kontrak di Lyon FC sampai 2021. Juninho membenarkan mereka ingin menawari pemain Belanda itu kontrak baru. “Ia sangat senang di Lyon sekarang. Kami akan berbicara soal perpanjangan kontrak pada akhir tahun ini.”

    FOOTBALL ORANJE | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.