Terancam Skorsing 2 Tahun, Cristiano Ronaldo Berkuasa di Juventus

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Genoa dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 31 Oktober 2019. Penalti Ronaldo di menit akhir membawa Juventus kalahakn Genoa. REUTERS/Massimo Pinca

    Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Genoa dalam pertandingan Liga Italia di Stadion Allianz, Turin, 31 Oktober 2019. Penalti Ronaldo di menit akhir membawa Juventus kalahakn Genoa. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta - Cristiano Ronaldo tidak akan didenda oleh Juventus untuk reaksinya yang tidak terpuji ketika ia diganti pada menit ke-55 saat Juvetus melawan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, Minggu 11 November 2019.

    Buka cuma tampak gusar ketika ditarik keluar, Cristiano Ronaldo juga dikabarkan memaki pelatih Juventus, Maurizio Sarri, dengan kalimat, “Anak seorang pelacur,” sebelum Ronaldo memasuki lorong ruangan pemain dan meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai.     

    Kejadian itu adalah untuk kedua kalinya, Ronaldo diganti sebelum pertandingan. Pada Minggu itu, Paulo Dybala yang menggantikannya kemudian pencetak gol kemenangan 1-0 Juventus melawan Milan.

    Menurut Gazzetta dello Sport, pemain berusia 34 tahun itu akan diharapkan meminta maaf kepada rekan-rekannya atas tindakannya tak terpuji itu dan untuk kelakukannya yang tak mau duduk di bangku cadangan tim setelah diganti.

    Media Sky Sport Italia memberitakan Ronaldo terancam mendapat hukuman larangan bermain dua tahun menurut peraturan antidoping. Pasalnya, badan antiobat-obatan terlarang itu biasa mengadakan tes urine setelah pertandingan secara acak kepada para pemain sekutar tiga menit setelah pertandingan. Tapi, Ronaldo sudah meninggalkan stadion sebelum pertandingan selesai.  

    Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, dikabarkan sudah menghubungi Jorge Mendes, agen pemain dari Ronaldo, untuk membicarakan insiden tersebut.

    Tapi, soal insiden di antara Ronaldo dan Sarri, Juventus dinilai akan berhati-hati. Pasalnya, kedatangan Ronaldo di Turin sudah banyak memberikan keuntungan komersial buat klub berjuluk Nyonya Tua ini.

    Itulah sebabnya mengapa Juventus diduga tidak akan berani menjatuhkan hukuman kepada peraih penghargaan Ballon d’Or lima kali ini.

    Sarri pun memperlihatkan bagaimana gambaran bahwa Juventus tak mau mengambil risiko untuk membuat Ronaldo marah dan kemudian memutuskan untuk pindah klub.

    Sarri lebih memilih berkata manis kepada Ronaldo daripada memarahinya.

    “Kami mesti berterima kasih kepada Ronaldo karena ia sudah membuat pengorbanan untuk berada di lapangan di sepanjang malam dalam sebuah situasi yang sulit,” kata Sarri.

    “Ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk bermain, tapi saya melihat ia tidak berada dalam kondisi bagus dan berpikir menariknya keluar adalah jalan terbaik,” Sarri melanjutkan.

    “Adalah normal seorang pemain akan menjadi jengkel ketika diganti, terutama ketika ia sudah bekerja keras di lapangan,” kata Sarri lagi.

    Sekarang Cristiano Ronaldo lagi bersiap membela Portugal dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2020. Diperkirakan ia akan mencoba menghindar jika ditanya wartawan soal tindakannya di Juventus itu.

    FOX SPORTS | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.