PSIS Semarang Jamu Bali United Tanpa Septian David Maulana

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola PSIS Semarang Wallace Costa Alves (kiri) berupaya melewati pesepak bola Bali United William Pacheco dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 22 Juni 2019. ANTARA

    Pesepak bola PSIS Semarang Wallace Costa Alves (kiri) berupaya melewati pesepak bola Bali United William Pacheco dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 22 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Magelang - PSIS Semarang akan menjamu Bali United dalam lanjutan Liga 1 2019 tanpa diperkuat Septian David Maulana. Laga kandang tersebut akan digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Jumat 15 November 2019 pukul 18.30.
     
    Pemain bernomor punggung 29 itu absen membela PSIS karena dipanggil memperkuat tim nasional Indonesia untuk laga menghadapi Malaysia dalam Kualifikasi Piala Dunia, Selasa 19 November 2019 mendatang. Selain Septian, PSIS juga kehilangan Frendi Saputra karena akumulasi kartu kuning.
     
    Pelatih Kepala PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, menyebutkan, tanpa diperkuat dua pemainnya tersebut akan mempengaruhi permainan Laskar Mahesa Jenar. "Pasti berpengaruh. Dalam sepak bola hal seperti itu sering terjadi," sebutnya, Kamis 14 November 2019.
     
    Meski demikian, Bambang bertekat akan berusaha meraih kemenangan untuk PSIS. Kemenangan merupakan harga mati bagi PSIS untuk keluar dari papan bawah klasemen. Dari 26 laga yang telah dijalani, PSIS baru mengkoleksi 28 poin. "Supaya kita aman di klasemen," ujar Bambang.
     
    Bambang juga mengakui bahwa Bali United merupakan tim kuat. Hal itu dibuktikan dengan bertenggernya Laskar Tridatu di puncak klasemen. Namun, bertindak sebagai tuan rumah, Bambang dan seluruh pemainnya sepakat untuk berusaha meraih kemenangan.
     
    "Kita tahu Bali United tim bagus, tim kuat, itu terbukti dia ada di puncak pimpinan. Menurut saya kandidat besar dia akan menjuarai liga kali ini," tuturnya.
     
    Dalam mempersiapkan pertandingan nanti, Bambang mengaku telah mengetahui cara bermain Bali United. Menurutnya, dengan komposisi pemain yang berkualitas, Bali United akan mempertontonkan permainan cepat.
     
    "Direct play langsung ke depan, ke Lillipaly, ke striker, bahkan ke sayap. Memang mereka mumpuni untuk main seperti itu karena pemainnya cepat. Mereka bermain kolektif, pemain belakangnya bagus," sebut Bambang.
     
    Sama seperti PSIS, sejumlah pemain Bali United juga turut dipanggil untuk memperkuat Tim Nas. Namun, menurut Bambang, pemain pelapis Bali United juga memiliki kualitas yang setara. "Tim Bali materi lengkap, siapapun yang main saya pikir sama," katanya.
     
    Bambang juga menampik anggapan bahwa timnya diuntungkan dalam hal recoveri karena bermain kandang. Menurut Bambang, pemain PSIS juga mengalami kekalahan setelah menjalani laga tandang Melawan Persib Bandung, Rabu 6 November 2019 lalu. "Recovery sama saja. Kita dari Bandung naik bus, berangkat juga naik bus," ungkapnya.
     
    Pemain PSIS Semarang, Wallace Costa, memprediksi akan berlangsung ketat. Pasalnya Bali United berambisi meraih tiga poin untuk memperkokoh posisi di pucuk klasemen. Sementara PSIS berjuang menjauh dari zona degradasi."Bali tim bagus berada di puncak klasemen. Tetapi besok pertandingan sebelas lawan sebelas. Pemain akan fokus dan konsentrasi untuk tiga poin," ucapnya.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.