Wales Targetkan Menang di 2 Laga Tersisa Demi Lolos Euro 2020

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Wales. Reuters/Andrew Boyers

    Timnas Wales. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi nasional Wales cukup pelik. Tim berjulukan The Dragons itu terancam tak lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 atau Euro 2020. Sebab, sampai saat ini, Wales masih bertengger di peringkat keempat Grup E kualifikasi dengan nilai delapan.

    Dalam enam dari delapan pertandingan, Wales menuai dua kali menang, dua imbang, dan dua kekalahan. Daniel James cs tertinggal enam angka dari Kroasia. Padahal, sesuai dengan aturan, hanya dua tim—juara dan runner up grup—yang berhak lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

    Meski tersudut, di atas kertas Wales masih punya asa untuk mengantongi satu tiket ke Piala Eropa 2020. Caranya, Wales harus memenangi dua laga terakhir di Grup E. Sebab, tim penghuni tangga kedua Grup E, Hungaria, mengoleksi 12 angka atau berselisih empat poin dengan Wales.

    Pelatih Timnas Wales, Ryan Giggs. Reuters/Andrew Boyers

    Satu yang menguntungkan Wales, Hungaria hanya punya satu sisa laga kualifikasi. Itu pun melawan Wales. Sesuai dengan jadwal, Wales dan Hungaria akan duel di Cardiff, Rabu pekan depan.

    Sebelum melawan Hungaria, Wales lebih dulu harus melawan Azerbaijan di Bakcell Arena, Baku, Ahad dinihari mendatang. Jika Wales bisa memborong dua kemenangan, mereka akan mengantongi nilai 14 dan menempati posisi kedua Grup E.

    Namun, dengan catatan, Kroasia harus mengalahkan Slovakia, tim peringkat ketiga dengan 10 angka, Ahad mendatang. Jika semua berjalan sesuai dengan rencana, Wales bakal menemani Kroasia menjadi wakil Grup E di pentas Piala Eropa tahun depan.

    Sembari menghitung-hitung peluang, konsentrasi skuad Wales sudah tertuju pada laga melawan Azerbaijan. Di atas kertas, Azerbaijan merupakan lawan yang mudah untuk tim asuhan pelatih Ryan Giggs itu. Dalam pertemuan pertama di Cardiff pada 7 September lalu, Wales menang 2-1.

    Lagi pula, tim berjulukan Odlar Yurdu tersebut menjadi tim yang paling lemah di Grup E. Mereka belum pernah menang dalam enam laga. Hasil paling apik adalah imbang 1-1 pada 9 September lalu. Sisanya, lima pertandingan mereka lalui dengan kekalahan.

    Penyerang Wales Gareth Bale. Reuters / Matthew Childs

    Kepercayaan diri Wales di atas angin karena pemain terbaik mereka, Gareth Bale, bakal turun dalam dua laga tersebut. Kondisi fisik Bale dikabarkan sedang bugar-bugarnya. Pemain berusia 30 tahun itu sudah bergabung dalam latihan skuad Si Naga sejak Senin lalu.

    Namun kabar sehatnya Bale bikin media Spanyol dan fan klubnya, Real Madrid, terkaget-kaget. Sebab, hampir selama sebulan mantan pemain Tottenham Hotspur itu tak dimainkan Madrid. Alasannya, Bale cedera betis setelah membela Wales pada pertengahan Oktober lalu.

    Walhasil, Bale absen dalam enam laga terakhir Los Blancos, yakni empat pertandingan di La Liga dan dua jadwal Liga Champions. Sejumlah media Spanyol berspekulasi bahwa Bale dan Madrid terlibat masalah. Kebetulan, Bale memang dikabarkan sedang tak akur dengan manajer Zinedine Zidane.

    Belum lagi Bale tertangkap kamera sedang pelesiran di London pada akhir Oktober lalu. Padahal saat itu skuad Madrid sedang berlatih rutin. Kabar itu pun sampai juga ke telinga Zidane. Pelatih berkepala plontos tersebut mengklaim bahwa dirinya sudah memberi izin Bale pergi ke Inggris.

    "Dia sedang ada urusan pribadi. Dia sudah meminta izin kepada klub, dan kami memberi izin," kata Zidane.

    Zidane pun membenarkan bahwa Bale dijadwalkan akan berlaga bersama tim nasionalnya. "James Rodriguez juga tak bersama kami. Dia sedang pemulihan cedera dan akan tampil bersama tim nasional Kolombia," kata mantan pemain Juventus dan Madrid itu.

    Sementara itu, pelatih Giggs optimistis Bale tak akan kambuh cedera lagi bersama Wales. Sebab, sebelum bergabung berlatih bersama tim nasional, Giggs rajin memantau kondisi fisik mantan pemain Southampton tersebut.

    "Saya tahu cedera Bale tidak parah. Cuma perlu waspada agar tak semakin menjadi-jadi. Saya terus menghubungi Bale dengan berbagai media," kata Giggs.

    Selain Bale, Giggs memanggil gelandang serang Juventus, Aaron Ramsey. Jika melihat kondisi fisik, pemain berusia 28 tahun itu dikabarkan bugar. Ia tampil terakhir kali membela Si Nyonya Tua dalam laga melawan Lokomotiv Moskow, Rabu pekan lalu. Saat itu Ramsey bikin satu gol.

    Jika dua motor serangan, Bale dan Ramsey, sanggup bermain prima, Wales bisa tampil menyerang. Kalau sudah begitu, tiga poin di Baku sudah di depan mata para Naga.

    BBC | MARCA | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.