Kualifikasi Euro 2020: Portugal Susah Payah Kalahkan Luxemburg

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Portugal. Reuters

    Timnas Portugal. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -Portugal akhirnya memastikan diri melaju ke putaran final Euro 2020 setelah mengalahkan Luxemburg. Tiga poin yang diraih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dari Luxemburg tidak bisa dikejar oleh Serbia yang bermain imbang dengan Ukraina.

    Portugal harus susah payah mengalahkan Luxemburg di laga pamungkus Grup B Kualifikasi Euro 2020. Juara bertahan Piala Eropa 2016 ini menang dengan skor 2-0. Dua gol Portugal dicetak
    oleh Bruno Fernandes pada menit ke-39 dan Cristiano Ronaldo di menit ke-86.

    Bruno menyatakan kemenangan dari Luxemburg tak lepas dari mental bermain yang ditunjukkan oleh rekan-rekannya. Sebab, lawan memberikan perlawanan yang keras. "Kondisi lapangan tidak terlalu baik dan lawan sangat tangguh dan membuat kami sulit," kata dia.

    Menurut dia, rekan-rekannnya sudah sadar kalau pertandingan tidak akan berjalan mudah. Ia mengatakan ada kalanya pertandingan lebih mengandalkan kuantitas dibandingkan kualitas. "Di laga tadi mental bermain yang membantu kami," sebut Bruno.

    Sementara pelatih Portugal, Fernando Santos, menilai penampilan tim berada di bawah harapan. Di sisi lain, Luxemburg memberikan perlawanan berbeda dibandingkan laga sebelumnya.

    Meski demikian, Santos sepakat dengan Bruno yang menyatakan kondisi lapangan tidak terlalu bagus. "Lapangannya membuat kami sulit. Beberapa pemain kesulitan memainkan bola-bola panjang. Selama 20 menit pertama kami harus mengatasi hal itu," tutur dia.

    Berkat kemenangan itu Portugal menemani Ukraina ke putaran final Euro 2020. Di Grup B, Ukraina keluar sebagai juara grup dengan mengemas 20 poin. Sementara Portugal berada di peringkat kedua dengan 17 poin.

    UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.