Barcelona Incar Lautaro Martinez Gantikan Luis Suarez

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Direktur olahraga Barcelona, Eric Abidal, menyatakan tertarik mendatangkan penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez. Pemain asal Argentina itu diharapkan bisa menggantikan Luis Suarez.

    Saat ini kontrak Suarez dengan Barcelona tinggal menyisakan 18 bulan lagi. Pemain berusia 32 tahun tersebut kemungkinan besar tidak akan diberikan perpanjangan kontrak karena faktor umur.

    Penyerang Timnas Uruguay itu dapat meninggalkan Barcelona tahun depan. Sambil menunggu penggantinya, AntoineGreizmann kini didorong menjadi penyerang tengah.

    Barcelona diperkirakan akan memperkuat lini serang mereka ketika bursa transfer dibuka kembali dengan mengincar talenta-talenta muda terbaik di Eropa. Lautaro masuk dalam golongan talenta-talenta tersebut, setelah menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam di Serie A bersama Inter Milan ini.

    Rekan senegara Lionel Messi ini telah mencetak lima gol dalam 12 penampilan Liga Italia. Tiga golnya dikemas di empat pertandingan Liga Champions. Abidal mengatakan Lautaro merupakan pemain lengkap dan bisa tampil di level tertinggi.

    Pemain berusia 22 tahun itu juga mempunyai kualitas yang mumpuni untuk berseragam Barcelona. "Saya tahu Barcelona. Saya tahu seperti apa beradaptasi di sini, tetapi saya tidak terlalu memperhatikan pemain yang bermain setiap akhir pekan. Saya melihat yang lain," kata Abidal.

    Abidal juga mempertimbangkan masa depan Suarez di Barcelona. Ia menyebut Suarez sudah mengetahui ihwal rencana Barcelona yang ingin mencari penerusnya.

    "Saya transparan dengan para pemain. Luis (Suarez) dapat memberi tahu Anda karena tahun lalu saya sudah mengatakan kepadanya bahwa itu akan terjadi. Kami akan mencari penyerang dan ia menerimanya karena ia menginginkan yang terbaik untuk Barcelona," sebut Abidal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.