SEA Games 2019, Witan Sulaeman: Penantian Panjang Sejak 1991

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-22, Witan Sulaeman menjelaskan persiapan untuk bisa meraih medali emas di SEA Games 2019 Manila, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Pemain Timnas U-22, Witan Sulaeman menjelaskan persiapan untuk bisa meraih medali emas di SEA Games 2019 Manila, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 18 November 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta- Gelandang sayap Timnas U-23, Witan Sulaeman, termotivasi memperlihatkan kemampuan terbaik di SEA Games 2019 Manila dengan status mereka sebagai tim non-unggulan yang bergabung bersama tim kuat seperti Thailand dan Vietnam.

    "Biarkan saya dan teman-teman memperlihatkan skill dan aksi terbaik kami. Biar mereka salah telah menganggap rendah kami," kata Witan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 18 November 2019.

    Pemain sayap berusia 18 tahun yakin dengan kemampuan tim yang untuk bisa meraih medali emas di SEA Games 2019. Sejauh ini, kata Witan, persiapan mereka telah maksimal. "Semua saling support dan kami sangat fokus untuk pertandingan pertama melawan Thailand," ungkap dia.

    Keyakinan untuk bisa meraih juara di Manila, kata Witan, bisa terlihat dengan permainan tim yang makin kompak menjelang ajang multicabang terbesar di Asia Tenggara itu. Kualitas permainan tim Merah Putih bisa terlihat dari laga uji coba terakhir melawan Iran yang berhasil dimenangkan denhan skor 2-1. "Tujuan kami bukan di ajang uji coba lawan Iran, walaupun kita tahu Iran rangking 80 FIFA, tapi kita puncaknya di SEA Games," ungkap dia.

    Motivasi lainnya, Witan mengatakan yakni prestasi Timnas pada tahun 1991 yang menyumbangkan medali emas untuk Kontigen Merah Putih. "Ini penantian panjang dari seluruh rakyat indonesia dari 91 sampai sekarang belum dapat medali emas," ungkap dia.

    Menurut jebolan Sekolah Keolahragaan Ragunan ini, tim telah bekerja keras dalam setiap latihan untuk untuk bisa mengalahkan tim favorit seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ia menyebutkan mendapatkan instruksi dari pelatih Indra Sjafri untuk fokus pada strategi tim selama pertandingan di SEA Games 2019. "Kita tidak perlu pikir cara main lawan biar lawan yang memikirkan cara main kita," ungkap dia.

    Menurut jadwal, pertandingan cabang olahraga sepak bola putra digelar pada 26 November-9 Desember 2019. Laga berjalan di Stadion Rizal Memorial Sports Complex (RMSC), Metro Manila.

    PSSI menargetkan Timnas Indonesia yang dilatih Indra Sjafri bisa membawa pulang medali emas. Terakhir kali cabang olahraga sepak bola Indonesia berhasil merebut emas pada SEA Games 1991.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.