Dramatis, Persita Tangerang ke Semifinal Liga 2 Usai Tekuk PSMS

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persita Tangerang. (instagram/@persita.official)

    Persita Tangerang. (instagram/@persita.official)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persita Tangerang memastikan lolos ke babak semifinal Liga 2 Indonesia 2019. Tim asuhan Widodo C. Putro meraih tiket semifinal setelah menaklukkan PSMS Medan 2-1 dalam laga terakhir Grup B babak perempat final di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Senin, 18 November 2019.

    Persita sebelumnya tertinggal. PSMS unggul lebih dulu pada menit ke-8. Siringo Ringo mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan dari pemain belakang Persita saat mengantisipasi bola di area pertahananya.

    Persita menciptakan gol balasan melalui Aldi A. Ia berhasil menjebol gawang PSMS Medan dengan tendangan kerasnya di luar kotak penalti.

    Menjelang menit akhir pertandingan waktu normal selesai, Persita mencetak gol tambahan sekaligus penentu kemenangan lewat Redi Rusmawan yang masuk sebagai pemain pengganti.

    Sebelumnya, pelatih Widodo mengatakan timnya sudah melakukan persiapan dari segala aspek untuk bisa memenangkan pertandingan melawan PSMS. "Kami mempersiapkan tim ya setelah kemarin kalah dengan Persik Kedidi. Secara psikis dan tentu teknis, kita sudah evaluasi dari semuanya," kata Widodo sebelum pertandingan lawan PSMS.

    Kemenangan Persita Tangerang atas PSMS ini mengantarkan tim asuhan Widodo maju ke semifinal Liga 2 Indonesia 2019 sebagai juara Grup B dengan 6 poin. Persita lolos bersama Persik Kediri yang menjadi runner up grup dengan mengumpulkan 5 poin.

    PSMS gagal ke semifinal setelah kalah atas Persita, posisinya di urutan ketiga dengan 4 poin. Martapura FC menjadi juru kunci Grup B dengan 1 poin.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.