Liga 1: Jamu Borneo FC, PSS Sleman Solidkan Lini Belakang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSS Sleman. Instagram

    PSS Sleman. Instagram

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PSS Sleman akan lebih memperhatikan lini belakangnya kala menjamu Borneo FC pada lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo pada 20 November 2019.

    Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro berkaca dengan performa anak asuhnya kala menggelar ujicoba dengan dengan tim Pra PON DIY pekan lalu.

    "Ada beberapa celah di lini belakang yang harus dibenahi dan anak anak beberapa kali kena terobosan ketika saat bertahan, itu yang harus diperbaiki," ujar Seto 19 November 2019.

    Menghadapi anak asuh Mario Gomez yang selisih tiga peringkat di atas peringkat PSS yang kini berada di rangking 7 itu, tim pelatih PSS mengaku telah menyiapkan performa terbaik demi mendulang poin penuh di kandang pasca jeda panjang kompetisi.

    Selain Bagus Nirwanto cs digembleng dengan pembenahan performa fisik dan latihan uji tanding, Seto juga memoles sejumlah lini yang berpotensi bisa melemahkan PSS.

    "Evaluasi jelas ada, kemarin saat uji tanding dengan tim Pra PON DIY itu pun kami masih kebobolan. Mungkin ada sikap meremehkan, itu tidak boleh terjadi," ujar Seto.

    Menghadapi agresivitas Borneo di bawah Gomez, Seto juga menyiapkan sejumlah strategi khususya untuk membongkar pertahanan Pesut Etam agar mendapat lebih banyak peluang. Selain itu, pemain Super Elang Jawa pun juga dilatih sigap mengatasi serangan balik.

    Meski lini belakang akan dibuat lebih solid, Seto menyatakan tidak akan banyak melakukan perubahan formasi di lini belakang saat menjamu Borneo.

    Dalam laga ini, PSS Sleman terancam kehilangan dua pilarnya yakni Bagus Nirwanto dan Dave Mustaine. Keduanya masih cedera pasca menjalani latihan tim awal pekan ini. "Kami mungkin tak bisa memainkan Bagus dan Dave karena cedera dalam persiapan laga ini," ujar Seto. Dalam laga ini panitia pelaksana pertandingan PSS Sleman mencetak 15 ribu lembar tiket.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.