2 Suporter Ditahan Polisi Malaysia, PSSI: Didampingi KBRI

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, Cucu Sumantri di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    Wakil Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, Cucu Sumantri di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Sumantri, masih menunggu perkembangan pemeriksaan dua suporter Indonesia yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia. Ia telah mengupayakan pendampingan bagi kedua pendukung Garuda itu. "Karena polisi Malaysia agak beda dengan di Indonesia," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 20 November 2019.

    Bekas Panglima Kodam Bukit Barisan ini mengatakan proses pendampingan dilakukan oleh Atase Polri Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Komisaris Besar Chaidir Zahari. Pihak KBRI masih terus berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia. "Biar bisa clear and clean," kata dia.

    Dua suporter asal Indonesia ditahan kepolisian Malaysia seusai laga Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Grup G di Stadium Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa malam, 19 November 2019.

    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, membenarkan penahanan tersebut. Hingga Rabu, 20 November 2019, kedua suporter itu masih ditahan di Balai Polisi Sungai Besi, Kuala Lumpur. "Dua orang (Rifki dan Ian) masih ditahan untuk menunggu hasil pemeriksaan forensik HP-nya," kata Iwan Bule dalam komunikasi via WhatsApp dengan Tempo.

    Penangkapan itu diduga merupakan buntut dari penahanan satu warga Indonesia lain, bernama Andree, karena postingannya di akun Facebook-nya. Kedua suporter itu awalnya membantu memberikan keterangan terkait pemilik akun tersebut, namun malah ikut ditangkap dan ditahan.

    Iwan Bule mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan polisi Malaysia soal penanganan suporter Indonesia itu. Ia juga berkoordinasi dengan suporter yang masih belum pulang dan memantau penanganan dan penyelesaian kasus suporter asal Semarang yang mengalami penyerangan pada Rabu pagi, sehingga ponsel dan paspornya raib.

    Sementara itu, laman media Malaysia, Berita Harian, sempat memberitakan bahwa Polisi menahan 41 suporter seusai laga Selasa malam, termasuk 14 asal Indonesia. Kepala Polisi Daerah Cheras, Asisten Komisioner Mohamed Mokhsein Mohamed Zon, disebutkan semua orang itu kemudian dibebaskan sejurus selesai proses dokumentasi.

    Dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut, Timnas Indonesia dikalahkan Malaysia 0-2. Hasil itu membuat Tim Garuda terpuruk di dasar klasemen Grup G dengan lima kekalahan dari lima laga.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.