Giliran Unai Emery Disorot Setelah Mauricio Pochettino Dipecat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arsenal Unai Emery. Reuters/Andrew Couldridge

    Pelatih Arsenal Unai Emery. Reuters/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Tottenham Hotspur mendepak Mauricio Pochettino, kini giliran Arsenal yang meradang. Ribuan fan The Gunners seperti iri melihat tim sebelah ganti pelatih. Melalui media sosial, mereka meminta petinggi Arsenal memecat Unai Emery.

    Fan Arsenal menganggap pelatih berkebangsaan Spanyol itu gagal bikin kinclong permainan Pierre-Emerick Aubameyang cs musim ini. Buktinya, Arsenal kini hanya bertengger di posisi keenam klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan torehan 17 angka.

    Dalam 12 pekan laga, Arsenal hanya sanggup empat kali menang, kemudian lima kali imbang dan menelan tiga kekalahan. Tercatat Arsenal gagal menang dalam empat laga terakhir di Liga Primer. Paling anyar, Arsenal kalah 0-2 ketika bertamu ke King Power, markas Leicester City.

    Di tangga klasemen memang posisi Arsenal lebih baik dibandingkan dengan Tottenham, yang merana di tangga ke-14. Namun, jika melihat torehan poin, kedua tim hanya berselisih tiga angka.

    Pelatih Arsenal Unai Emery dan Mesut Ozil. REUTERS/Rebecca Naden

    Sebenarnya, desakan pemecatan Emery terjadi sejak beberapa pekan lalu. Malahan, desakan itu lebih riuh ketimbang desakan pemecatan terhadap Pochettino. Sebab, faktanya, Pochettino lebih dicintai fan Tottenham dibanding kecintaan fan Arsenal terhadap Emery.

    Bahkan sejumlah mantan pemain Arsenal ikut mengkritik buruknya kepelatihan Emery. Mantan bek kanan Arsenal, Lee Dixon, menyebut pelatih berusia 48 tahun itu tak sanggup menerapkan strategi yang tepat untuk Mesut Oezil dan kawan-kawan.

    Menurut Dixon, lini tengah Arsenal musim ini teramat rapuh. Terlalu mudah kehilangan bola membuat lini serang dan pertahanan mereka kalang kabut. Belum lagi penampilan barisan bek yang terlalu rapat di kotak penalti. Hal itu membuat pemain sayap lawan lebih mudah beroperasi di tepi lapangan.

    "Celakanya, kesalahan ini seperti diulang oleh Emery di laga berikutnya. Kenapa kesalahan ini tak disetop segera? Jika terus begini, Arsenal tak akan bangkit," kata pria berusia 55 tahun itu.

    Mantan bek Arsenal, Martin Keown, pun menganggap Emery telah menghapus gaya main dan identitas Arsenal. Menurut pria berusia 53 tahun itu, hilang sudah gaya bermain menyerang Arsenal yang selama ini diterapkan oleh Arsene Wenger.

    Keown sadar betul bahwa beda pelatih tentu akan berbeda gaya permainannya. Tapi kondisi Arsenal saat ini sudah terlalu parah. Alexandre Lacazette cs seperti kehilangan akal untuk menyerang lawan.

    "Emery bikin Arsenal seperti bermain di bawah tekanan. Seperti menunggu lawan menyerang lebih dulu. Identitas Arsenal harus segera dikembalikan," kata mantan pemain Aston Villa dan Leicester City itu.

    Seperti mencari jalan pintas, Keown pun menyarankan agar Arsenal mengangkat Pochettino sebagai manajer anyar. Keown meminta fan dan petinggi klub melupakan sejenak rivalitas dengan Tottenham. Intinya, bukan sebuah dosa besar bagi Arsenal untuk merekrut mantan pelatih Spurs. Toh, kinerja Pochettino selama ini terbilang mengkilap meski belum sanggup memberikan gelar juara untuk Tottenham. Lagi pula, gaya permainan menyerang Pochettino mirip identitas asli Arsenal.

    Pelatih berkebangsaan Argentina itu menitikberatkan permainan di lini tengah. Jika pemain memegang bola, wajib seketika mengoper ke penyerang. Sebaliknya, ketika kehilangan bola, harus segera direbut balik di lini tengah tanpa harus menunggu barisan bek bekerja.

    "Kelebihan lain yang mengagumkan adalah bagaimana cara Pochettino mengasuh pemain muda. Arsenal adalah gudangnya pemain muda jempolan. Dia (Pochettino) tak suka banyak belanja pemain mahal, seperti Arsenal," kata Keown.

    Satu suara dengan Keown, mantan pelatih Tottenham, Harry Redknapp, menyarankan agar Arsenal segera merekrut Pochettino sebelum diserobot klub lain. Maklum, sejumlah tim besar Eropa dikabarkan mengincar tanda tangan pelatih berusia 47 tahun itu, seperti Manchester United, Barcelona, hingga Bayern Muenchen.

    Redknapp mengingatkan fan dan petinggi Arsenal tentang George Graham, pelatih yang pernah menangani dua klub London Utara itu pada 1998. Lalu, ada pula Sol Campbell, bek tengah jebolan akademi Spurs tapi gemilang bersama Arsenal pada 2001-2006.

    Sebelum Campbell, ada pula bek Terry Neill yang pindah dari Spurs ke Arsenal pada 1976. Kemudian kiper Pat Jennings yang bolak-balik Tottenham-Arsenal pada 1964-1986.

    "Dari contoh ini dan kemampuan Pochettino, saya yakin fan Arsenal akan jatuh hati kepada dia," kata Redknapp. "Jadi, saya yakin Arsenal akan segera berpikir tentang perekrutan Pochettino."

    GOAL | BBC | SKY SPORTS | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.