Atalanta Vs Juventus Malam Ini, Sarri Tak Akan Mainkan Ronaldo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus Cristiano Ronaldo. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain Juventus Cristiano Ronaldo. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, JakartaJuventus akan menyambangi Atalanta dalam lanjutan pertandingan Serie A Liga Italia, Sabtu malam, 23 November 2019, mulai 21.00 WIB. Dalam laga ini Bianconeri kemungkinan harus bermain tanpa Cristiano Ronaldo.

    Pelatih Juve Maurizio Sarri dalam konferensi pers menjelang pertandingan mengungkapkan bahwa Ronaldo belum siap untuk turun ke lapangan, meski ia bermain untuk timnas Portugal selama jeda internasional.

    Sarri menjelaskan bahwa tujuan klub menepikannya adalah untuk membuat Ronaldo fit dan siap untuk pertandingan Liga Champions melawan Atletico Madrid, daripada memaksakannya bermain kontra Atalanta.

    "Tidak perlu klarifikasi, saya pernah bermain pada menit 90-an dan bahkan pemain amatir memiliki reaksi yang sama ketika diganti. Entah saya menghabiskan hidup saya dengan melakukan klarifikasi atau saya terbiasa dengan fakta bahwa para pemain harus dibiarkan emosi," ujar mantan pelatih Chelsea itu seperti dilansir Fox Sports pada Jumat.

    "Ini bukan masalah, masalah sebenarnya adalah dalam pertandingan pertama Cristiano bermain lebih baik sementara laga kedua ia memiliki masalah yang sama seperti di pertandingan terakhir, jadi kami mencoba untuk memulihkan kondisinya, bahkan secara mental dan berusaha membuatnya berlatih lebih baik."

    Sarri melanjutkan, "Tujuannya adalah membuat Ronaldo siap di pertandingan Liga Champions melawan Atletico. Klub menjalankan program ini, tetapi besok ia 99% tidak bermain."

    Tak dimainkannya Ronaldo di laga nanti akan menjadi sorotan karena hubungan antara Sarri dan CR7 dikabarkan sedang tidak baik. Ronaldo sempat marah setelah diganti dalam dua laga secara beruntun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.