Klasemen Liga Spanyol Pekan 14: Barcelona dan Real Madrid Menang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Real Madrid Karim Benzema. REUTERS/Susana Vera

    Pemain Real Madrid Karim Benzema. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, JakartaBarcelona dan Real Madrid sama-sama berhasil meraih kemenangan dalam laga pekan ke-14 Sabtu malam. Sedangkan Atletico Madrid hanya bermain seri.

    Barcelona menang 2-1 di kandang Leganes. Gol Barcelona dicetak Luis Suarez dan Arturo Vidal, yang dua-duanya bermula dari umpan bola mati Lionel Messi. Gol Leganes diceploskan Youssef En-Nesyri.

    Hasil itu memastikan Barcelona tetap memunckai klasemen dengan nilai 28. Mereka mengemas nilai sama dengan Real Madrid yang dalam laga lain menang 3-1 saat menjamu Real Sociedad.

    Madrid mampu mengalahkan Sociedad berkat gol Karim Benzema, Federico Valverde, dan Luka Modric. Gol tunggal Sociedad dicetak Willian Jose.

    Pada laga lain, Atletico Madrid hanya bermain 1-1 saat berlaga di kandang Granada. Unggul berkat gol Renan Lodi, Atletico kebobolan oleh gol German Sanchez.

    Atletico Madrid menempati posisi ketiga klasemen dengan nilai 25.

    Hasil Liga Spanyol
    Levante 2 - 1 Mallorca
    Leganes 1 - 2 Barcelona
    Real Betis 2 - 1 Valencia
    Granada 1 - 1 Atletico Madrid
    Real Madrid 3 - 1 Real Sociedad.

    Klasemen Liga Spanyol

    NoTimMainGolMain
    1Barcelona13+1928
    2Real Madrid13+1828
    3Atlético Madrid14+725
    4Sevilla13+324
    5Real Sociedad14+523
    6Granada14+221
    7Athletic Bilbao13+520
    8Getafe13+320
    9Levante14+120
    10Valencia14020
    11Osasuna13+319
    12Villarreal13+718
    13Valladolid13−317
    14Real Betis14−716
    15Alavés13−415
    16Eibar13−715
    17Mallorca14−814
    18Celta Vigo13−129
    19Espanyol13−168
    20Leganés14−166

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.