Persib Terancam Seperti Lebah Tanpa Sengat di 6 Laga Terakhir

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung David Omid Nazari (kedua kiri) berebut bola dengan dua pemain Arema FC  Nasir (kanan) dan Arthur Rocha (kedua kanan) pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, 12 November 2019. Persib Bandung berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor akhir 3-0. ANTARA

    Pemain Persib Bandung David Omid Nazari (kedua kiri) berebut bola dengan dua pemain Arema FC Nasir (kanan) dan Arthur Rocha (kedua kanan) pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, 12 November 2019. Persib Bandung berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor akhir 3-0. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Persib mulai tertahan memasuki enam pertandingan terakhir Liga 1 2019. Di kandang sendiri, Stadion Si Jalak Harupat, mereka hanya bisa bermain 0-0 melawan tamunya, Barito Putera, Minggu 24 November 2019.

    Pelatih Persib asal Belanda, Robert Rene Alberts, cukup kecewa dengan raihan satu poin itu.  Alih-alih mencapai target mininal, yaitu masuk ke dalam lima besar, mereka kini mereka terpental ke peringkat ketujuh di bawah PSM Makassar dan Arema FC dengan selisih satu angka.

    Bermain menyerang sejak menit pertama pada laga pada  pekan 28 Liga 1 2019 ini, Pangeran Biru ditahan imbang tanpa gol oleh Laskar Antasari.

    Sejatinya, Persib menargetkan kemenangan di laga ini. Sebab, kemenangan di laga tersebut akan membawa Supardi Nasir Bujang dan kawan-kawan naik ke peringkat kelima klasemen sementara.

    “Kami harus kehilangan target kemenangan hari ini. Karena dengan meraih tiga poin seharusnya kami bisa menempati peringkat kelima. Tapi, karena hasil ini, kami jadi berada di posisi ketujuh,“ ujar Robert setelah pertandingan seperti dikutip dari situs Persib.co.id.

    Robert mengakui, permainan anak asuhnya tidak sesuai dengan harapan. Ia menyoroti sektor penyerangan yang menurutnya kurang efektif.

    “Kami kurang efektif dalam menyerang, terlalu lambat. Di babak pertama, kami mendapat tiga sampai empat peluang berbahaya. Kami mencoba menembus lawan yang main bertahan. Di babak kedua semua pemain sudah berusaha keras untuk mencetak gol. Tapi sayangnya, itu tak cukup efektif, “ paparnya.

    Tapi, di situs resmi Persib ini ada komentar yang menarik dari seorang penanggap yang mengatakan, “Kevin adalah kartu mati di Persib dan musim depan harus di ganti kalau mau juara.”

    Seorang penanggap lain mengatakan, “Mana Kevin ?...Kartu mati buat nya utk hengkang dari Persib , bersama Eze . Tarik Makan Konate dia pemain yg ngotot dan segala bisa di tempatkan di segala lini.”

    Pada pertandingan itu, Persib menurunkan susunan pemain starter sebagai berikut: I Made Wirawan; Henhen Herdiana, Nick Kuipers, Supardi Nasir, Ardi Idrus; Omid Nazari, Abdul Aziz, Frets Listanto Butuan; Kevin van Kippersluis, Febri Hariyadi, Esteban Vizcarra.

    Adapun pemain Persib yang menghuni bangku cadangan pada awal pertandingan adalah  Dhika Bayangkara, Zalnando, Hariono, Dedi Kusnandar, Kim Kurniawan, Hariono, Erwin Ramdani, dan Ghozali Siregar.

    Tak ada nama penyerang asal Chad, Ezechiel N’Doasssel, yang biasanya menjadi target man di ujung tombak Persib. Ia harus absen karena akumulasi kartu kuning.

    Jika Persib hanya mengandalkan Ezechiel, perjalanan mereka pada enam pertandingan terakhir Liga 1 musim ini akan berat. Mereka bisa seperti lebah tanpa sengat, terus mendengung tanpa bisa menjebol gawang lawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.