Juventus Tanggapi Isu Soal Rakitic dan Kabar Miring De Ligt

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona Ivan Rakitic. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, JakartaJuventus tidak berminat membeli Ivan Rakitic pada jendela transfer Januari nanti, demikian dikatakan Direktur klub itu, Fabio Paratici, kepada ESPN.

    Pemain timnas Kroasia itu sudah lama dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Juventus tetapi karena jarang dimainkan Barcelona musim ini maka Paratici mengesampingkan membelinya musim dingin nanti.

    "Kami memiliki tim yang hebat dan sekarang ini tidak berniat penguatan. Kami kuat di segala posisi," kata Paratici. "Rakitic adalah pemain yang hebat tetapi kami tidak berminat."

    Itu artinya Rakitic harus mencari destinasi alternatif jika sampai meninggalkan Barcelona. Sejumlah sumber berkata kepada ESPN FC bahwa Barca terbuka menjual Rakitic awal tahun depan.

    Sementara itu Paratici juga mengomentari pernyataan direktur akademi Barca Patrick Kluivert yang belum ini mengungkapkan bahwa gelandang Belanda Matthijs de Ligt menyesal pindah ke Juve karena lebih memilih Camp Nou.

    "Saya tidak melihat penyesalan itu," kata Paratici dalam laman ESPN. "Saya kira De Ligt bermain bagus sekali dan akan segera menjadi bek terbaik di dunia."

    Ketika ditanya mengenai laporan belakangan ini mengenai cekcok Cristiano Ronaldo dengan manajer Maurizio Sarri, Paratici menambahkan bahwa "Juventus senang memiliki pesepak bola terbaik di dunia dan mungkin sepanjang masa, hal yang membuat penggemar dia sangat senang."

    Paratici juga mempertanyakan anggapan Lionel Messi sudah dipastikan memenangkan Ballon d'Or 2019. Ia justru menjagokan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, untuk menjadi peraih penghargaan pemain terbaik itu.
     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.