Tanpa De Joing-De Ligt, Ajax Masih Tampil dengan Pressing Tinggi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Ajax, Andre Onana gagal menepis bola tendangan penyerang Real Madrid, Karim Benzema dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, 14 Februari 2019. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Kiper Ajax, Andre Onana gagal menepis bola tendangan penyerang Real Madrid, Karim Benzema dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, 14 Februari 2019. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Jakarta - Frenkie de Jong, Matthijs de Ligt, dan Lasse Schone yang menjadi pemain kunci Ajax Amsterdam ketika menembus babak semifinal Liga Champions musim lalu sudah hengkang pada musim panas 2019 ini.

    Tapi, dalam wawancara dengan majalah  Voetbal International, kiper andalan Ajax asal Kamerun, Andre Onana menegaskan keyakinannya kalau mereka sekarang justru lebih kuat.

    “Tentu saja, Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, dan Lasse Schone sudah pergi. Tapi, mayoritas anggota tim masih bertahan. Jantung tim masih bertahan. Jika seorang kiper atau seorang penyerang yang tinggi produktivitasnya pergi, baru tim menghadapi masalah besar,” jelas Onana.

    “Matthijs dan Frenkie menjadi pemain sangat terkenal. Saya sangat senang dengan mereka bersama Juventus dan Barcelona. Tapi, dalam tim ini, posisi mereka (di bek tengah dan gelandang tengah) sedikit lebih mudah untuk diisi oleh orang lain,” Onana melanjutkan.

    “Joel Veltman tampi fantastis di lini belakang. Demikian juga dengan Lisandro Martínez di lini tengah. Saya pikir kami lebih baik dibandingkan musim lalu. Dengan tim ini, saya berani pergi ke manapun. Kami selalu bermain menyerang. Tapi, jika kami hanya bisa bertahan, akan kami lakukan,” Onana menambahkan.

    Onana mengacu pada pertandingan keempat mereka dalam fase Grup H Liga Champions 2019-20 di kandang Chelsea, Stadion Stamford Bridge London. Setelah unggul 4-1, Ajax kehilangan dua pemain sekaligus karena mendapat kartu merah.

    Tapi, dengan sembilan pemain, Ajax tetap mampu bermain menyerang dan pada kesempatan yang sama mampu bertahan sama baiknya.

    FOOTBALL ORANJE | ESPN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.