Beli Saham Hammarby, Patung Zlatan Ibrahimovic Dirusak

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zlatan Ibrahimovic berpose di samping patung dirinya di dekat Stadion Malmo, Swedia. foto/instagram/lagalaxy

    Zlatan Ibrahimovic berpose di samping patung dirinya di dekat Stadion Malmo, Swedia. foto/instagram/lagalaxy

    TEMPO.CO, Jakarta - Terjawab sudah teka-teki aksi Zlatan Ibrahimovic yang belakangan ini dikaitkan dengan klub Swedia, Hammarby. Pemain yang memutuskan pergi dari LA Galaxy ini ternyata resmi memiliki 25 persen saham Hammarby.

    Ibrahimovic menilai Hammarby merupakan klub fantastis yang mempunyai basis pendukung kuat serta amat menghormati Stockhlom dan Swedia. "Saya menyukainya dan para penggemar serta terkesan dengan yang dilakukan klub dalam beberapa tahun terakhir," kata dia.

    Pemain berusia 38 tahun ini pun merasa senang dan ingin terlibat langsung dalam pengembangan Hammarby. "Mampu bergabung dan maju bersama Hammarby terasa menyenangkan," kata pemain yang akrab disapa Ibra ini.

    Keputusan berani Ibra itu rupanya tidak bisa diterima oleh para pendukung Malmo. Hammarby merupakan rival terdekat Malmo. Ironisnya, sebagai bentuk penghormatan beberapa waktu lalu Malmo membangun patung untuk Ibra sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya.

    Patung Ibrahimovic yang berdiri di luar stadion Malmo dirusak dan dibakar oleh sejumlah orang tak dikenal. Kuat dugaan tindakan vandalisme dan perusakan dilakukan oleh para pendukung Malmo yang tidak terima dengan aksi korporasi Ibra.

    Malmo merupakan tim profesional pertama dalam karir sepak bola Ibrahimovic. Ia tampil membela Malmo selama musim 1999-2011 dan bermain di 47 laga serta mencetak 18 gol. Nama Ibra melambung begitu dia memutuskan pindah ke Ajax Amsterdam.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.