Hadapi Liga 1, Persiraja Cari Pemain Asing

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seluruh perangkat Tim Persiraja Banda Aceh saat acara penyambutan usai kelolosan Liga 1 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Kamis malam, 28 November 2019. TEMPO/IIL ASKAR MONDZA

    Seluruh perangkat Tim Persiraja Banda Aceh saat acara penyambutan usai kelolosan Liga 1 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Kamis malam, 28 November 2019. TEMPO/IIL ASKAR MONDZA

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Usai memastikan satu tiket promosi ke Liga 1 musim 2020, Persiraja Banda Aceh langsung tancap gas untuk mempersiapkan tim. Dua diantaranya yaitu dengan mencari pemain asing dan memulangkan pemain-pemain putra daerah Aceh yang selama ini telah malang melintang dikasta tertinggi sepakbola tanah air.

    Para pemain baru rencananya akan didatangkan untuk melengkapi pemain lama yang mayoritas masih dipertahankan manajemen. “Sekitar 80 persen pemain dipertahankan. Saya punya waktu lima hari untuk mengadakan rapat dengan senior-senior saya dalam rangka kemajuan Persiraja yang akan datang”, ujar Presiden Persiraja, Nazaruddin kepada awak media di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Kamis, 28 November 2019.

    Nazaruddin mengungkapkan jika Persiraja musim depan akan diperkuat pemain asing sesuai dengan regulasi Liga 1. Untuk sementara, ia berencana merekrut pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia. Minimal pemain-pemain yang pernah merumput di Liga Malaysia atau Thailand.

    Alasannya agar mendapatkan pemain asing dengan kualitas mumpuni namun dengan harga yang tidak terlalu tinggi. “Saya ingin cari yang baru (bermain di Indonesia) karena yang sudah pernah main di sini, sudah banyak kali tingkahnya,” sebut Nazaruddin.

    Selain pemain asing, Nazaruddin juga berniat memulangkan putra-putra daerah Aceh yang selama ini membela berbagai tim yang bermain di Liga 1. Meski belum merinci siapa saja para pemain yang bakal dipulangkan namun dia meminta mereka yang merantau ke klub lain dapat membuka peluang membela Persiraja.

    Meski diakuinya, nilai kontrak yang ditawarkan bisa lebih kecil dibandingkan yang diterima di klub masing-masing pemain saat ini. “Ayo dong bantu Aceh. Jangan lihat dari nilai kontraknya. Kalau dari nilai kontrak, jelas kami tidak sanggup karena tidak punya sponsor sampai hari ini,” harap Nazaruddin.

    Dari catatan Tempo, terdapat beberapa pemain berdarah Aceh yang saat ini bermain di tim-tim Liga 1. Diantaranya Ismed Sofyan, Fitra Ridwan dan Farri Agri (Persija), Miswar Syahputra dan Andri Muliadi (Persebaya). Lalu TM. Ichsan (Bhayangkara FC), Zulfiandi (Madura United), Miftahul Hamdi (Bali United), Aulia Hidayat (Badak Lampung FC), Rahmanuddin (Borneo), dan Nazarul Fahmi (Barito Putra).

    Selain itu terdapat beberapa nama lain yang sudah pernah malang melintang di sepak bola nasional. Seperti dua mantan punggawa Timnas U-19 era Indra Sjafri, Hendra Sandi Gunawan dan Syakir Sulaiman, mantan palang pintu Persija dan Mitra Kukar, Syahrizal. Bahkan jika menilik dari pemain yang bermain di luar negeri, terdapat nama Andri Syahputra yang bermain di klub Qatar, Al-Ghafara.

    Nazaruddin memastikan akan berkonsultasi dengan tim pelatih sebelum melakukan negosiasi dengan pemain yang bersangkutan. “Siapa yang layak, kami akan jalin komunikasi,” sebut pria yang akrab disapa Dek Gam.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?