Baru Bikin Blunder, Supardi Masih Dipercayai Jadi Kapten Persib

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung Supardi Nasir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pemain Persib Bandung Supardi Nasir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski Supardi Nasir membuat kesalahan fatal atau blunder pada pertandingan terakhir melawan Bali United, pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, masih akan mempercayakan ban kapten dan posisi pemain starter kepadanya saat Persib menjamu Persela Lamongan pada laga pekan ke-30 Shopee Liga 1 2019, Selasa, 3 Desember, di Stadion Si Jalak Harupat.

    Robert tahu kritik menyasar Supardi ketika pemain bek ini melakukan gol bunuh diri berbuntut pada kekalahan pekan lalu.

    Menurut Robert, kesalahan tersebut bisa terjadi kepada siapa saja dan bagian dari hal lumrah dalam sepak bola. Terpenting sang pemain tidak boleh mengulangi kesalahan.

    "Setelah kami kalah melawan Bali United banyak kritik yang ditujukan kepada kapten tim dan itu menunjukkan bahwa siapa pun bisa saja mendapat hal buruk di pertandingan. Tapi, kepercayaan saya kepada kapten tim masih tetap bagus dan masih sama seperti biasanya," papar Robert di jumpa pers hari ini, Senin 2 Desember 2019, di Bandung.

    Robert berharap Supardi bisa menunjukkan kualitasnya sebagai pemain senior memimpin rekan-rekannya di lapangan. Ia harus menebus kesalahan kemarin dengan kemenangan melawan Persela di hadapan Bobotoh.

    "Saya tetap memberikan kesempatan kepada Supardi untuk tampil dan menunjukkan kualitasnya di lapangan dan kami melihat ke depan untuk memainkan laga yang fantastis. Semoga dia bisa menjawab kepercayaan saya," Robert melanjutkan.

    Persib menerima satu hasil imbang dari Barito Putera (0-0) dan kekalahan (2-3) dari Bali United di dua pertandingan terakhir. Sedangkan  Persela Lamogan berhasil mengemas enam poin dari Perseru Badak Lampung (1-0) dan Borneo FC (2-1).

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.