Isu Panas Man United: Solskjaer Risau dengan Ancaman Pemecatan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Gunnar Solskjaer. REUTERS/Scott Heppell

    Ole Gunnar Solskjaer. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, JakartaOle Gunnar Solskjaer mengakui posisinya tak aman di Manchester United. Pelatih asal Norwegia itu terancam didepak bila gagal menang dalam dua laga penting berikutnya.

    Kekhawatiran soal ancaman pemecatan itu, menurut The Sun, diungkapkan Solskjaer sendiri di hadapan para pemainnya. Dengan mengutip sumber dari internal klub Liga Inggris itu, media tersebut menyatakan bahwa Solskjaer sedikit emosional saat menyatakan bahwa bila tak meraih hasil baik dalam dua laga pekan ini, ia bisa ditendang.

    Dua laga laga MU berikutnya memang sangat penting. MU akan menjamu Tottenham Hotspur pada Rabu malam waktu setempat, lalu menyambangi markas Manchester City pada 8 Desember.

    Spurs saat ini dilatih Jose Mourinho yang musim lalu dipecat MU dan digantikan Solskjaer. Di bawah arahan pelatih asal Portugal itu, klub itu terus menang dalam tiga laga terakhir di berbagai kompetisi. Kini mereka menempati posisi kelima klasemen dengan nilai 20 dari 14 laga, unggul dua poin dari MU yang ada di posisi kesembilan.

    Adapun Manchester City adalah rival sekota MU. Mereka tengah tampil kedodoran dan gagal menang dua kali dalam tiga laga terakhirnya. Tapi tim asuhan Pep Guardiola itu masih ada di posisi ketiga klasemen dengan keunggulan 11 poin dari Man Untied.

    Kolumnis The Sun, Neil Custis, menulis, melihat perkembangan terkini yang terjadi di kedua kubu, petinggi Manchester United kemungkinan akan merasa menyesal telah memecat Mourinho. "Dinosaurus (Mourinho) kini mengaum lagi dan korban berikutnya bisa jadi Manchester United."

    THE SUN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.