FIFA Hukum Semen Padang dan Tira Persikabo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Tira Persikabo Osas Saha (kedua kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang  Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 14 September 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Pesepak bola Tira Persikabo Osas Saha (kedua kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 14 September 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi sepak bola dunia atau FIFA mengeluarkan sanksi kepada dua klub Liga 1 Indonesia. Hukuman diberikan ihwal sengketa ketenagakerjaan. Dua klub yang mendapat sanksi dari FIFA ialah Semen Padang FC dan Tira Persikabo.

    Liga 1 Indonesia dalam lamannya menjelaskan sengketa ketenagakerjaan terjadi antara Elio Bruno Martins dengan Tira Persikabo dan Tristan Koskor dengan Semen Padang.

    Dalam putusan yang dikirim FIFA akhir November lalu dijelaskan Semen Padang FC dan Tira Persikabo dilarang melakukan perpindahan pemain atau pendaftaran pemain baru. Hal itu berlaku baik di tingkat nasional maupun internasional. Sanksi berlaku paling lama selama tiga periode atau sampai kewajiban klub dapat diselesaikan.

    PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menyatakan mengikuti instruksi dari PSSI. Dalam hal ini operator liga akan memproses pemblokiran sistem pendaftaran Semen Padang dan Tira Persikabo sampai dengan kewajiban klub terpenuhi.

    Manajer kompetisi LIB, Asep Saputra, menuturkan secara resmi sudah meneruskan putusan FIFA tersebut kepada kedua klub. "Kami juga sudah menginformasikan putusan FIFA ke semua klub Liga 1 dan Liga 2 yang baru promosi,” kata Asep. Selasa, 3 Desember 2019.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.