Timnas U-23 Bantai Brunei 8-0, Indra Sjafri Bicara Laga Vs Laos

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri. Antara

    Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri menganggap laga terakhir skuatnya di Grup B SEA Games 2019 kontra Laos bukanlah partai hidup mati. Indonesia membutuhkan kemenangan agar bisa lolos.

    "Bagi saya, tidak ada partai hidup mati di sepak bola. Yang penting, mohon doa agar kami bisa menang," ujar Indra di Stadion Binan, Binan, Filipina, Selasa malam.

    Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pertandingan melawan Laos meski timnya memiliki misi harus menang demi memastikan lolos ke semifinal.

    Skuat berjuluk Garuda Muda, kata Indra, juga tidak menganggap tekanan yang datang kepada timnya sebagai beban. "Yang jelas, kami menyiapkan tim sebaik mungkin," kata Indra.

    Timnas U-23 Indonesia mengambil alih peringkat kedua Grup B SEA Games 2019 dari Thailand usai mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 8-0. Poin Indonesia sama dengan Thailand di posisi ketiga yakni sembilan poin, tetapi skuat Garuda Muda unggul satu poin selisih gol.

    Sementara di puncak klasemen ada Vietnam dengan 12 poin juga dari empat pertandingan.

    Situasi itu membuat Indonesia mau tidak harus memenangkan pertandingan pamungkasnya kontra Laos, Kamis (5 Desember), dengan selisih gol sebesar-besarnya.

    Sebab, di hari yang sama, Vietnam dan Thailand akan bersua di pertandingan terakhir mereka di Grup B. Jika laga ini tuntas dengan hasil imbang, maka Indonesia otomatis lolos ke semifinal kalau menang atas Laos.

    Sebagai informasi, dalam aturan SEA Games 2019, tim terbaik ditentukan oleh selisih gol jika poin sama. Seandainya selisih gol tidak berbeda, tim terunggul dilihat dari agresivitas gol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.