Pesan Widodo ke Timnas U-23 yang Kini Berlaga di SEA Games 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-22 Indonesia Saddil Ramdani (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya seusai mencetak gol ke gawang Timnas Laos dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis, 5 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia berhasil melaju semifinal. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Timnas U-22 Indonesia Saddil Ramdani (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya seusai mencetak gol ke gawang Timnas Laos dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion City of Imus Grandstand, Filipina, Kamis, 5 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia berhasil melaju semifinal. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penyerang Tim Nasional Indonesia, Widodo Cahyono Putro, mengatakan untuk bisa meraih kembali emas di SEA Games 2019 harus dimulai dari motivasi pemain Timnas U-23 terlebih dahulu. Motivasi pemain ini bisa berkembang menjadi motivasi tim.

    Hal itu yang dirasakan ketika ia bersama skuad Garuda 1991 tampil di SEA Games Filipina. Saat itu, timnya termotivasi ingin mengulang pencapaian Timnas di SEA Games 1987. Waktu itu Ricky Yacobi dan kawan-kawan juga berhasil meraih medali emas.

    "Motivasi kedua itu kita tidak diunggulkan, jadi tidak ada beban. Tapi kita percaya kekuatan dan kemampuan kita," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 6 Desember 2019.

    Menjelang SEA Games 1991, Widodo bercerita, skuad Garuda harus menjalani pelatnas selama tiga bulan. Pemain berkonsentrasi penuh ke timnas. "Dulu memang pelatnas itu lepas dari klub, kalau sekarang zaman sudah berubah," kata dia.

    Terkait permainan Timnas U-23 di SEA Games 2019, pria berusia 49 tahun ini yakin pelatih Indra Sjafri sudah mengetahui potensi anak asuhnya. Menurut dia, secara taktik Indra pasti sudah memperhitungkan skema permainan yang bakal dipakai dalam setiap pertandingan.

    "Tidak semena-mena mentang-mentang kita kuat, setiap pertandingan kita main terbuka, ada tactical, itu coach Indra pasti tahu," kata dia.

    Pelatih klub Persita Tangerang ini mengingatkan kepada Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan supaya bisa mengontrol emosi di lapangan. Menurut dia, kalau dalam kondisi emosi segala skema dan taktik yang ingin diterapkan tidak bakal berkembang. "Biarpun ketinggalan biar lawan memprovokasi, kita jangan sampai emosi," kata dia.

    Widodo menekankan bahwa SEA Games 2019 adalah laga internasional. Skuad Garuda Nusantra harus fokus pada strategi yang diinstruksikan oleh pelatih. "Hal lain tinggal percaya saja dengan keputusan wasit," ujarnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?