Timnas U-23 Indonesia Vs Myanmar, Nadeo Siap Hadapi Adu Penalti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadeo Argawinata. instagram.com/nadeowinataa

    Nadeo Argawinata. instagram.com/nadeowinataa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Timnas U-23 Indonesia Nadeo Argawinata siap menghadapi situasi adu penalti jika itu terjadi dalam laga semifinal SEA Games 2019 kontra Myanmar, Sabtu, 7 Desember 2019.

    "Kuncinya tenang, jangan gugup, tidak perlu tegang dan percayakan saja kepada Tuhan," kata Nadeo di Manila, Filipina, Jumat.

    Menurut pemain berusia 22 tahun itu, situasi adu sepakan 12 pas adalah soal keberuntungan. Seorang kiper, ia melanjutkan, hanya bisa berusaha yang maksimal untuk menepis bola.

    "Siapa, sih, yang tidak mau menebak penalti. Namun intinya berusaha. Kiper berusaha menahan semua tendangan dan pemain lain berupaya mencetak gol. Pada akhirnya yang menjadi penentu adalah mental," kata Nadeo.

    Babak semifinal sepak bola putra SEA Games 2019 yang mempertemukan peringkat kedua Grup B timnas U-22 Indonesia menghadapi juara Grup A Myanmar berlangsung pada Sabtu ini mulai pukul 16.00 waktu Manila atau 15.00 WIB di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina.

    Pada laga empat besar lainnya, juara Grup B Vietnam akan melawan peringkat kedua Grup A Kamboja di hari dan stadion yang sama, tetapi mulai pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.

    Timnas U-23 Indonesia sendiri memasukkan menu tendangan penalti dalam latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Jumat pagi.

    Terkait Nadeo, performa kiper asal Kediri, Jawa Timur, tersebut cukup baik sepanjang penyisihan grup. Dia baru kebobolan dua kali dari lima laga atau paling sedikit dari semua konsisten sepak bola putra SEA Games 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?