Jadwal Persib Bandung: Febri dan Jufrianto Absen Vs Borneo FC

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi. Antara

    Pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi. Antara

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung akan menjalani laga tanpa diperkuat Febri Haryadi dan Ahmad Jufrianto saat bertandang menghadapi Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-32 di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu, 11 Desember 2019.

    Keduanya dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning seusai laga menghadapi PSS Sleman, Sabtu (7 Desember). Untuk itu, kedua pemain utama Maung Bandung direncanakan akan dipulangkan ke Kota Bandung.

    “Kita tidak bisa memainkan Achmad Jufriyanto dan Febri yang terkena akumulasi," kata Pelatih Persib, Robert Alberts dikutip dari laman resmi Persib, Minggu.

    Pelatih asal Belanda itu mengaku akan putar otak untuk tetap menyajikan komposisi yang pas jelang laga menjamu klub berjuluk Pesut Etam itu. Sebab Persib perlu memperkokoh klasemennya setelah melalui tiga laga dengan menghasilkan poin minim.

    "Supardi juga masih bersama keluarganya di Pekanbaru. Jadi, kita harus memobilisasi diri dengan pemain yang ada untuk mendapatkan hasil positif," kata Robert.

    Namun menurutnya para pemain cadangan yang dibawa oleh Persib masih sama kualitasnya dengan pemain inti. Dengan demikian ia yakin Persib dapat meraih poin penuh sebagai tim tamu.

    “Dengan mentalitas seperti kemarin, saya yakin kita bisa membuat kejutan di kandang Borneo FC sebagai laga tandang terakhir,” kata dia.

    Usai ditahan imbang menghadapi PSS Sleman, Persib kini masih berada di peringkat 10 klasemen Liga 1 dengan perolehan 42 poin. Sedangkan Borneo berada di peringkat kedua klasemen dengan perolehan 62 poin.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?