SEA Games 2019: Vietnam, Kaderisasi Sepak Bola Naga Emas

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman (ketiga kanan) berupaya mengecoh pemain Vietnam Ho Tan Tai (4), pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, di Hanoi, Vietnam, Ahad, 24 Maret 2019.  Sebelumnya Indonesia juga kalah telak dari Thailand, 4-0. ANTARA/R. Rekotomo

    Pesepak bola timnas U-23 Indonesia, Witan Sulaeman (ketiga kanan) berupaya mengecoh pemain Vietnam Ho Tan Tai (4), pada pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, di Hanoi, Vietnam, Ahad, 24 Maret 2019. Sebelumnya Indonesia juga kalah telak dari Thailand, 4-0. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Di atas kertas, dengan hasil pada pertemuan fase grup, Vietnam diunggulkan saat melawan Indonesia pada babak final sepak bola SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, besok, Selasa, 10 Desember 2019.

    Vietnam mengalahkan Timnas U-23 asuhan Indra Sjafri 2-1 pada fase grup SEA Games 2019.

    Vietnam memang terus melekat dalam ingatan sepak bola Indonesia belakangan ini. Di kategori tim senior dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2022 yang berlangsung di kandang sendiri, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali, 15 Oktober 2019, Vietnam menggasak tim senior Indonesia yang waktu itu masih ditangani pelatih Simon McMenemy 3-1.

    Tim nasional sepak bola Vietnam melakukan lompatan jauh sejak disingkirkan Indonesia pada babak semifinal Piala Federasi Sepakl Bola Asia Tenggara (AFF) 2016 dengan skor agregat 4-3.

    Waktu itu, pada pertemuan pertama, 12 Maret 2016, sebagai tuan rumah, Indonesia mengalahkan Vietnam 2-1. Kemudian, pada pertemuan kedua di Vietnam, 12 Juli 2016, Indonesia mengimbangi 2-2.  

    Pada 2016 itu juga, Vietnam mulai melakukan kaderisasi yang ampuh. Tim U-19 mereka menembus empat besar Piala Asia U-19 sehingga meraih tiket ke putaran final Piala Dunia U-20 pada 2017 di Korea Selatan.

    Tapi, pada SEA Games 2017, tim Vietnam U-23 mengulangi nasib pada Piala AFF 2016 meski tampil atraktif dengan permainan menyerang. Sempat ditahan Indonesia tanpa gol pada partai keempat, Vietnam U-23 dikalahkan Thailand 3-0 sehingga gagal lolos ke semifinal karena kalah dalam soal rekor pertemuan.  

    Vietnam kemudian merekut pelatih asal Korea Selatan, Park Hang-seo, untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 yang putaran finalnya berlangsung pada 2018 di Cina.

    Hang-seo mengubah Vietnam tampil lebih mengandakan serangan balik dengan formasi 5-4-1 atau 5-3-2. "Mukjizat datang berkat darah dan keringat" kata Park Hang-seo.

    Dan, benar, Vietnam U-23 tak hanya melewati babak kualifikasi tapi juga melesat sampai partai puncak dalam putaran final. Naga Emas ini juga hanya kalah tipis 1-2 dari Uzbekistan pada final Piala Asia U-23 2018.

    Vietnam membangun basis yang kukuh melalui dua akademi sepak bola terkemuka di klub Hoang Anh Gia Lai, Hanoi FC, Vettel FC, dan PVF FC dalam Liga Vietnam. Vettel bermitra dengan Borussia Dortmund. Sedangkan PVF merekrut legenda Manchester United, Ryan Giggs, sebagai konsultan.

    Ketika Timnas U-23 harus berjuang habis-habisan untuk menyisihkan Myanmar pada semifinal melalui perpajangan waktu dengan skor 4-2, Vietnam menggilas Kamboja 4-0 pada putaran empat besar SEA Games 2019 itu.

    Ini adalah pertama kali Vietnam memasuki babak final SEA Games sejak dikalahkan Malaysia pada final 2009.

    Di bawah asuhan Park Hang-seo, tim berjuluk Naga Emas ini patut sangat diwaspadai Timnas U-23 pada pertandingan babak final SEA Games 2019 besok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.