Kesimpulan Pahit Guardiola Setelah Man City Dikalahkan MU

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Keperkasaan Manchester City seperti hilang. Setelah musim lalu berhasil menjuarai Liga Inggris dengan meyakinkan, musim ini mereka mulai tertinggal dalam persaingan perebutan gelar.

    Pada laga terakhirnya, tim asuhan Pep Guardiola takluk 1-2 dari rival sekota Manchester United. Akibatnya kini mereka semakin jauh terpaut 14 poin dari pemuncak klasemen Liverpool.

    Musim lalu, City memenangkan tiga gelar domestik dan berhasil mempertahankan gelar liga, tetapi musim ini sudah menelan empat kekalahan. "Kami harus meningkat dan menerimanya lalu bergerak maju," kata Guardiola dalam BBC Sport, Senin. 

    Guardiola memuji Man United. "United memiliki kualitas dalam bertahan dan kualitas dalam menyerang dengan serangan balik dan Anda harus menerimanya," kata dia.

    Pelatih asal Spanyol itu kemudian menarik kesimpulan yang terdengar pahit. "Itulah level yang kami hadapi melawan Liverpool, Manchester United, Barcelona, Real Madrid, Juventus. Mereka tim yang harus kami hadapi dan kenyataannya mungkin kami sekarang tidak bisa bersaing dengan mereka."

    Manchester City memenangkan dua gelar liga beruntun pertama mereka pada musim 2017-2018 dengan memecahkan rekor 100 poin, tetapi disingkirkan pada perempat final Liga Champions oleh Liverpool.

    Mereka mencapai tahap yang sama dalam kompetisi Eropa musim lalu sebelum disingkirkan oleh runner-up Tottenham, tetapi menjadi tim Inggris pertama yang memenangkan Liga Premier, Piala FA dan Piala Carabao dalam satu musim.

    Meski performa liga musim ini tidak stabil, City sudah memastikan lolos ke 16 besar Liga Champions menjelang pertandingan grup terakhir Kamis melawan Dinamo Zagreb.

    Mereka akan berhadapan dengan klub League One (divisi ketiga Inggris), Oxford United dalam perempat final Piala Carabao akhir bulan ini dan berusaha memenangkan kompetisi itu tiga kali berturut-turut.

    Mereka juga mendapatkan lawan cukup mudah pada awal upaya mempertahankan Piala FA yaitu klub League Two, Port Vale pada Januari.

    "Kenyataannya kami tertinggal 14 poin gara-gara kesalahan yang telah kami lakukan, untuk kualitas lawan kami dan terutama hal-hal yang tidak dapat kami kendalikan. Itu kenyataan, tetapi kami harus terus maju," kata Pep Guardiola.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?