Pelatih Vietnam Sebut Sayap Timnas U-23 Indonesia Berbahaya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-23 Indonesia Saddil Ramdani (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Timnas U-23 Indonesia Saddil Ramdani (kedua kiri) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas U-23 Vietnam Park Hang Seo menilai sisi sayap Timnas U-23 Indonesia berbahaya. Pernyataan itu dia sampaikan dalam konferensi pers menjelang pertandingan kedua tim di final sepak bola putra SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa, 10 Desember 2019.

    “Indonesia membuat 17 gol di fase grup SEA Games ini, di mana 70-80 persen di antaranya bersumber dari pergerakan di sayap kanan dan kiri. Itu menjadi salah satu perhatian kami dalam persiapan untuk laga final,” ujar Park di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019.

    Di sisi lebar lapangan, pelatih asal Korea Selatan itu menganggap Indonesia memiliki pemain-pemain yang cepat. Saddil Ramdani dan kawan-kawan dinilai cepat melakukan transisi dan mampu mengorganisasi diri dengan baik.

    "Para pemain Indonesia mengetahui tugas dan posisi mereka masing-masing. Transisi mereka sangat cepat," tutur Park.

    Park, pelatih TImnas Vietnam dalam konferensi pers sebelum final di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019. ANTARA

    Pertandingan final SEA Games 2019 antara Vietnam kontra Indonesia mulai pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.

    Vietnam sendiri mengalami situasi yang kurang menguntungkan menjelang final SEA Games 2019 setelah kapten mereka Nguyen Quang Hai cedera. Meski demikian, Park menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang membuat dia khawatir. “Kami bermain sebagai tim dan kami berlaga untuk meraih satu tujuan yaitu juara,” kata dia.

    Di level SEA Games, pertemuan kedua negara di final sepak bola putra adalah yang pertama sepanjang sejarah. Laga tersebut juga menjadi ajang penuntas paceklik emas sepak bola putra SEA Games bagi Indonesia dan Vietnam. Jika Indonesia terakhir kali merebut emas pada SEA Games 1991, Vietnam jauh lebih lama.

    Medali emas sepak bola putra SEA Games Vietnam sebelumnya datang pada tahun 1959, atau edisi pertama SEA Games yang kala itu bernama Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games). Vietnam sendiri ketika itu masih disebut Vietnam Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?