Persamaan Timnas U-23 dengan Timnas SEA Games 1991, Ini Kata Aji

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (persebaya.id)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (persebaya.id)

    TEMPO.CO, Jakarta- Mantan pemain tim nasional Indonesia, Aji Santoso mengatakan nahwa keberhasilan skuad Garuda meraih emas SEA Games 1991 berkat persiapan yang bagus. Ia mengatakan timnas sudah dipersiapkan selama dua tahun sebelum berlaga di pesta olahraga negara Asia Tenggara. "Walaupun modelnya tidak full training camp, tapi mengikuti juga jadwal kompetisi yang libur, jadi kumpulnya pemain cukup lama," ucap Aji saat dihubungi Tempo, Senin, 9 Desember 2019.

    Aji mengenang bahwa penekanan utama dari pelatih Anatoli Fyodorich Polosin yakni mental bertanding bagi skuad Garuda. Ia mengatakan mental yang kuat bisa didapatkan dari kondisi fisik yang bugar.
    "Kita latihannya sampai naik gunung, lari di pinggir jalan, tidak karuan-karuan sudah karena memang Polosin ingin menanamkan satu mental yang kuat bagi pemain Indonesia waktu itu," ungkap dia.

    Selain itu, kata Aji, materi pemain yang dipanggil oleh Polosin untuk memperkuat timnas mempunyai kualitas yang bagus. Ia mengatakan dengan pemain seperti Widodo Cahyono Putro, Ferryl Raymond Hattu, dan Yusuf Ekodono sudah menjadi jaminan prestasi bagi timnas Indonesia. "Ini tidak beda dengan materi pemain yang berlaga di SEA Games 2019 ini," ungkap dia.

    Menurut Aji, pemain besutan pelatih Indra Sjafri di Timnas U-23 juga mempunya kualitas individu yang bagus. Ia menyebutkan pemain yang bisa menjadi pembeda yakni Egy Maulana Vikri, Evan Dimas, Saddil Ramdani, dan Asnawi Mangkualam. "Kita lihat materi pemain besutan Indra Sjafri ini sangat menunjang untuk bisa mengulang sejarah pada tahun 1991," ungkap dia.

    Untuk persiapan Timnas U-23, kata Aji Santoso sudah cukup baik meski tidak membutuhkan waktu yang lama. Ia menyebutkan modal utama Timnas U-23 yakni bisa beruji coba dengan tim yang secara kualitas di atas negara Asia Tenggara seperti Cina, Yordania, dan Iran. "Ini yang menjadi modal bagus dari skuad Indra Sjafri," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?