Kas Hartadi Bicara Peluang Timnas U-23 Mengulang Sejarah 1991

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kas Hartadi ikut membawa tim sepak bola Indonesia meraih medali emas SEA Games 1991. Pria berusia 49 tahun ini mengisi posisi gelandang dalam tim besutan pelatih Anatoli Polosin. "Waktu itu setiap pemain punya motivasi tinggi supaya bisa menjuarai SEA Games 1991," kenang Kas, Selasa, 10 Desember 2019.

    Motivasi untuk bisa melantunkan lagu Indonesia Raya di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, diikuti dengan latihan yang keras. Kas mengingat pelatih Polosin mengenjot fisik pemain supaya bisa bersaing di pesta olahraga multicabang di Asia Tenggara itu. "Kita latihan sampai tiga kali sehari, sangat berat semua itu latihan yang diberikan oleh Polosin itu," ungkap dia.

    Menurut dia, perbedaan Polosin dengan pelatih lain yang pernah menangani tim Indonesia yakni pada pendekatan kepada kemampuan fisik pemain. Kas mengatakan pemain telah dipersiapkan dua tahun menjelang SEA Games 1991. Walaupun karantina total baru dilakukan tiga bulan menjelang turnamen. "Kerja keras yang berat akhirnya bisa menjuarai SEA Games 1991 Filipina," kata dia.

    Setelah medali emas SEA Games terakhir diraih pada 28 tahun lalu, Kas melihat Timnas U-23 yang bakal berlaga di babak final SEA Games 2019 melawan Vietnam berpeluang mengulang sejarah. Menurut dia, Egy Maulana Vikri dan skuad Garuda punya kualitas untuk bisa menjadi tim terbaik di Asia Tenggara. "Timnas U-23 itu mainnya stabil sampai semifinal, kodisi fisik bagus, kompak juga mereka, transisi bagus, organisasi bagus," ucap dia.

    Ia mengatakan bahwa pelatih Indra Sjafri pasti telah mempelajari kekuatan dan kelemahan timnas Vietnam. Menurut dia, meski kalah dalam babak penyisihan dengan skor 2-1 oleh Vietnam, tapi dalam laga final peluang skuad Garuda Muda terbuka lebar untuk meraih podium teratas. "Dalam laga final paling penting jangan buat kesalahan yang tidak perlu," kata dia.

    Secara kualitas, Kas melihat Tim Merah Putih punya komposisi pemain yang merata di semua lini. Ia mengatakan kelebihan utama dari Timnas U-23 yakni memiliki Egy Maulana Vikri yang bisa menjadi pembeda dalam setiap pertandingan. Menurut dia, keberadaan dua pemain senior yakni Evan Dimas dan Zulfiandi membantu membangun mental bertanding pemain muda. "Ada leader-nya dua orang pemain senior itu yang ikut menampilkan permainan bagus," kata dia.

    Timnas U-23 Indonesia akan berlaga di babak final SEA Games 2019 dengan melawan Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa, 10 Desember 2019. Pertandingan akan berlangsung mulai 19.00 WIB dan disiarkan TVRI dan RCTI.

    Ini menjadi peluang berharga bagi tim Garuda Muda untuk mengakhiri paceklik emas yang sudah lama terjadi. Sebelumnya, Indonesia pernah dua kali menjadi jaura di ajang ini, yang terakhir pada 1991.

    Vietnam juga akan berusaha mengakhiri paceklik emas yang sudah berlangsung lebih lama. Mereka terakhir kali juara pada 1959, saat SEA Games baru dimulai dan masih bernama Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games).

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.