Final SEA Games 2019: Timnas U-23 Harus Berani Main Bola Bawah

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas U-22 Indonesia Eggy Maulana Vikri (kedua kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu, 7 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia melaju ke babak final setelah mengalahkan Timnas Myanmar dengan skor 4-2 melalui babak perpanjangan waktu. ANTARA

    Pemain Timnas U-22 Indonesia Eggy Maulana Vikri (kedua kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Myanmar dalam pertandingan Semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Sabtu, 7 Desember 2019. Timnas U-22 Indonesia melaju ke babak final setelah mengalahkan Timnas Myanmar dengan skor 4-2 melalui babak perpanjangan waktu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta- Aji Santoso, salah satu pemain tim Indonesia ketika merebut medali emas sepak bola SEA Games 1991,  berharap Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan berani memainkan bola pendek jika ingin memenangkan laga final SEA Games 2019 melawan Vietnam.

    Ia mengatakan satu-satu cara untuk bisa membawa pulang medali emasm yakni Timnas U-23 harus bermain sesuai instruksi lelatih Indra Sjafri. "Secara materi kita tidak kalah dari Vietnam, kualitas pemain secara individu tidak kalah," kata Aji saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 Desember 2019.

    Pelatih Persebaya Surabaya ini mengatakan pada laga babak penyisihan grup, Vietnam lebih berani memainkan bolah bawah. Menurut dia, dalan laga itu tim Garuda Nusantara gagal menguasai jalannya pertandingan karena terlalu mengandalkan umpan lambung. "Untuk bisa mengimbangi permainan Vietnam kita harus bisa bermain bola bawah," ungkap dia.

    Straetegi yang harus diterapkan, kata Aji, yakni melakukan passing atau umpan-umpan diantara lawan. Ia berharap Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri lebih bisa membuat peluang tiga lawan satu atau melalukan umpan sambil melakukan pergerakan membantu serangan.

    Pelatih berusia 49 tahun ini menyakini strategi penguasaan bola bisa mengantarkan Timnas U-23 mengulang sejarah SEA Games 1991 dengan meraih medali emas. "Kalau banyak main bola atas, agak berat karena pemain belakang mereka juga tinggi-tinggi," ungkap dia.

    Selain Egy dan Evan Dimas, ia berharap serangan bisa mengalir dari kaki Asnawi Mangkualam dan Saddil Ramdani. Aji menyebutkan skuad Garuda Nusantara harus menunjukkan kemampuan individu dengan lebih berani menguasai bola dan memainkan operan pendek. "Jangan takut bermain bola bawah," kata dia.

    Ia juga memberikan catatan supaya Timnas U-23 tidak mudah terpancing emosinya dalam pertandingan. Menurut Aji, kalau pemain larut dalam emosi, maka tidak bakal bisa fokus dalam pertandingan dan tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. "Main bola itu hati boleh panas, tapi kepala tetap harus dingin, harus tetap kontrol diri, itu kuncinya," kata dia.

    Pertandingan Timnas U-23 melawan Vietnam akan dimulai pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB malam ini di Stadion Rizal Memorial Manila.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.