Belum Perpanjang Kontrak, Sinyal Kylian Mbappe Hengkang?

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSG, Kylian Mbappe. Reuters/Jason Cairnduff

    Pemain PSG, Kylian Mbappe. Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, belum tertarik untuk membicarakan masa depannya bersama klub. Saat ini, PSG tengah berupaya menahan Mbappe dari lirikan klub lain dengan cara menyodorkan perpanjangan kontrak.

    Kontrak pemain berusia 20 tahun ini bersama PSG baru akan berakhir pada 2022. Namun hingga kini Mbappe belum tertarik membicarakan perpanjangan kontrak.

    Pada bursa transfer musim panas lalu, Mbappe merupakan salah satu pemain yang paling diincar oleh klub-klub besar Eropa. Salah satu yang menaruh minat ialah raksasa Liga Spanyol, Real Madrid. Bersyukur bagi PSG karena Mbappe masih betah di tim.

    Kini, nampaknya PSG mulai mengalami kesulitan menuruti ambisi sang pemain. Pemain Timnas Prancis ini sempat menunjukkan sikap kurang mengenakkan bagi tim. Salah satunya saat PSG menang 3-1 atas Montpellier.

    Pelatih PSG, Thomas Tuchel memutuskan menarik Mbappe tak lama usai mencetak gol. Namun ia menunjukkan sikap yang kurang senang kepada pelatih atas pergantian tersebut.

    "Itu adalah sikap yang normal dengan bakat dan mental yang dimilikinya. Dia selalu ingin menang dan tidak mau digantikan. Tapi dia harus menghormati keputusan tim dan pemain yang menggantikannya," sebut Tuchel.

    Direktur olahraga PSG Leonardo menjelaskan klub sudah berkomunikasi dengan Mbappe untuk memperbarui kontraknya. Dengan kontrak baru, Mbappe akan menikmati gaji bersih sebesar 25 juta euro (sekitar Rp 388 miliar) per musim hingga 2025.

    Amat rasional bila PSG sekuat tenaga mempertahankan Mbappe. Sebab klub masih belum mendapatkan situasi yang nyaman dengan Neymar.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?