Bayern Vs Tottenham : Ini Cara Jose Mourinho Hilangkan Trauma

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho dan pemain Tottenham, Delle Ali. Reuters

    Jose Mourinho dan pemain Tottenham, Delle Ali. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, melarang para pemain menonton rekaman pertandingan saat kalah dari Bayern Munchen di leg pertama Liga Champions. Saat itu Spurs kalah telak 2-7 dari Bayern di London.

    Kamis dini hari, 12 Desember 2019 waktu Indonesia, Spurs kembali akan menghadapi Bayern di laga pamungkas Grup B. Kali ini pertandingan digelar di Football Arena Munich, markas Bayern. Walau kedua tim sudah memastikan melaju ke babak 16 besar Liga Champions, tapi laga diperkirakan bakal berjalan seru. 

    Mourinho menyatakan sudah menyaksikan video pertandingan Spurs kontra Bayern. Ia pun sudah meminta para pemain agar melupakan kekalahan besar itu. 

    "Saya larang satu pun gambar itu. Saya sudah menyaksikan dan mengupas segala aspek dari pertandingan itu tetapi tak ada satu pun gambar untuk anak-anak. Tidak. Tidak boleh," kata Mourinho. 

    Mantan manajer Manchester United ini menyatakan di laga nanti Spurs akan memainkan gaya sendiri dan tidak akan terbawa suasana. "Ada cara tertentu yang kami coba mainkan. Kami sepenuhnya fokus kepada (permainan) kami," kata Mourinho.

    Di pertandingan nanti, Mourinho tidak membawa beberapa pemain utama seperti Dele Alli, Serge Aurier, Harry Kane, dan Jan Vertonghen ke Jerman. Ia beralasan akan menggunakan pertandingan melawan Bayern sebagai pertimbangan dalam memilih pemain.

    "Saya tiba dalam pertengahan musim, tanpa empat, lima, enam pekan untuk bekerja dan tahu para pemain. Jadi kami harus melakukan segala hal saat kami berlari," tutur Mourinho.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?