Babak I Dinamo Zagreb Vs Manchester City: 1-1

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester City Gabriel Jesus. REUTERS/Gleb Garanich

    Penyerang Manchester City Gabriel Jesus. REUTERS/Gleb Garanich

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinamo Zagreb memimpin terlebih dulu sebelum diimbangi Manchester City pada babak pertama lanjutan pertandingan Grup C Liga Champions di Stadion Maksimir, Kamis dini hari WIB, 12 Desember 2019.

    Zagreb unggul terlebih dulu pada menit ke-10. Daniel Olmo mencetak gol dengan tendangan voli kaki kanannya yang tak mampu diantisipasi dengan baik oleh kipper Manchester City Claudio Bravo.

    Pada menit ke-19, City mendapat peluang emas lewat gelandang Iilkay Gundogan. Namun penjaga gawang Zagreb Dominik Livakovi mampu menepis bola tendangan Gundogan tersebut.

    Gawang City kembali terancam pada menit ke-30. Kali ini lewat pemain Zagreb Mislav Orši. Namun tendangan Orši masih tepat mengarah ke kiper Bravo.

    City baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol Gabriel Jesus pada menit ke-34. Penyerang asal Brasil tersebut menanduk bola umpan gelandang Riyad Mahrez.

    Meski sudah memastikan tiket ke babak selanjutnya, Manchester City ingin bangkit setelah kalah 1-2 dari Manchester United pada lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu. Meski melakukan 8 pergantian pemain dari skuad yang tampil melawan Manchester United, Manajer Pep Guardiola tetap menurunkan pemain-pemain terbaiknya saat menghadapi Zagreb.

    City saat ini bertengger di puncak Grup C dengan perolehan 12 poin. Posisi kedua ditempati Shakhtar Donetsk dengan 7 poin. Sedangkan Zagreb berada di peringkat ketiga dengan 6 poin.

    Hingga turun minum, kedudukan 1-1 tetap bertahan. Secara keseluruhan, City mendominasi permainan jika dilihat penguasaan bola.

    EUROSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?