Jadwal Undian 16 Besar Liga Champions: Aturan, Peluang Big Match

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool, Sadio Mane. Retuers

    Penyerang Liverpool, Sadio Mane. Retuers

    TEMPO.CO, Jakarta - Rangkaian pertandingan babak penyisihan grup Liga Champions 2019/2020 sudah tuntas digelar. Sudah ada 16 tim yang lolos babak gugur.

    Selanjutnya, Babak 16 besar akan dimulai pada Februari tahun depan. Sedangkan undiannya akan dilakukan pada Senin, 16 Desember 2019, mulai 18.00 WIB.

    Inilah daftar lengkap tim lolos ke babak 16 besar:

    Sebagai juara grup:
    Paris Saint-Germain (A)
    Bayern Munchen (B)
    Manchester City (C)
    Juventus (D)
    Liverpool (E)
    Barcelona (F)
    Leipzig (G)
    Valencia (H)

    Sebagai runner-up:
    Real Madrid (A)
    Tottenham Hotspur (B)
    Atalanta (C)
    Atletico Madrid (D)
    Napoli (E)
    Dortmund (F)
    Lyon (G)
    Chelsea (H).

    Dalam undian nanti ada sejumlah aturan utama yang dipakai. Tim juara akan bertemu dengan runner-up. Tim yang menjadi juara grup berhak jadi tuan rumah pada laga kedua. Nantinya, tim yang berasal dari grup sama atau dari negara sama tak akan saling berhadapan.

    Karena itu kemungkinan hasil undiannya sudah bisa direka-reka. Juara bertahan Liverpool, misalnya, calon lawannya adalah Real Madrid, Atalanta, Atletico Madrid, Dortmund, dan Lyon.

    Sejumlah kemungkinan laga besar juga bisa tercipta dengan hadirnya Real Madrid dan Chelsea sebagai runner-up. Beberapa big match yang bisa terjadi antara lain Bayern Munchen vs Real Madrid, Juventus vs Chelsea, Manchester City vs Real Madrid, Liverpool vs Real Madrid, Barcelona vs Chelsea.

    Babak 16 besar Liga Champions akan dilangsungkan secara kandang dan tandang. Pertandingan akan dilakukan bertahap pada 18, 19, 25, 26 Februari 2020 serta 10, 11, 17, 18 Maret 2020.

    UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?