Ditanya Soal Pelatih Timnas Indonesia, Begini Jawaban Ketua PSSI

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. TEMPO/Nurdiansah

    Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jabatan pelatih Timnas Indonesia senior saat ini masih lowong setelah PSSI memecat pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy, pada November lalu. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat untuk memilih pengganti Simon.

    "Pelatih timnas senior nanti. Nanti akan kami bicarakan," kata Iwan Bule di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

    Posisi pelatih untuk timnas level junior juga kosong. Sebab, pelatih Timnas U-16 Bima Sakti, pelatih Timnas U-19 Fakhri Husaini, dan pelatih Timnas U-23 Indra Sjafri, kontraknya sudah berakhir pada Desember ini. PSSI juga belum membahas mengenai perpanjangan kontrak untuk ketiga pelatih tersebut.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Sumantri, mengatakan paling lambat Januari 2020 sudah diputuskan nama pelatih Timnas Indonesia. Menurut dia, federasi akan melakukan kajian dengan melibatkan pakar dan ahli untuk membedah kemampuan dua kandidat, yakni Shin Tae-yong dan Luis Milla

    "Saya harapkan Januari sudah diputuskan. Kalau ditunda lagi, kapan kami punya pelatih," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 4 Desember 2019.

    Cucu menyatakan kedua pelatih punya peluang sama besar untuk mengisi kursi pelatih Timnas senior yang kosong. PSSI, sebut dia, justru tertarik menggunakan jasa Milla untuk jangka panjang. "Apakah dia pelatih atau direktur teknik belum ditentukan karena kami masih di Manila," kata dia.

    Penentuan posisi Luis Milla, kata Cucu, bakal dikaji dengan melibatkan pakar dan ahli sepak bola di Indonesia. Ia tidak mau PSSI mengambil keputusan terburu-buru. Menurut dia, begitu format pembinaan sepak bola sudah disepakati baru diputuskan sosok pelatih timnas senior. "Jangan sampai diambil keputusan tahu-tahu di tengah jalan terputus lagi," kata dia.

    Ia berharap penunjukan pelatih memiliki kesinambungan dengan pembinaan pemain muda. Cucu menilai, selain berpeluang sebagai pelatih, Luis Milla bisa diplot sebagai direktur teknik untuk membangun pondasi pembinaan jangka panjang.

    Presentasi pelatih asal Spanyol itu, lanjut dia, sudah sejalan dengan pembinaan yang mulai dijalankan PSSI. "Kalau jadi direktur teknik, Milla bisa memberikan asistensi kepada pelatih," ungkap dia.

    Format lainnya, kata Cucu, yakni Luis Milla menjadi pelatih Timnas Indonesia, sedangkan Shin Tae-Yong menempati posisi pelatih Timnas junior. "Ini lagi dicari format ideal. Kami tidak ingin tergesa-gesa sampai Januari," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?