Usai Ditekuk Bhayangkara FC, Badak Lampung Cemas Turun ke Liga 2

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Perseru Badak Lampung Milan Petrovic  | ANTARA

    Pelatih Perseru Badak Lampung Milan Petrovic | ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekalahan 2-3 atas Bhayangkara FC dalam lanjutan liga 1 Indonesia 2019 di Stadion Sumpah Pemuda Wayhalim, Badarlampung, Kamis malam, 12 Desember 2019, membuat Perseru Badak Lampung cemas turun ke kasta ke Liga 2.

    Pelatih Perseru Badak Lampung, Milan Petrovic, merasa kecewa dengan kekalahan ini meskipun kesebelasannya sudah berusaha dengan keras untuk memenangkan laga tersebut.

    "Bukan hanya kecewa dengan hasilnya saja tapi saya juga memikirkan pendukung Badak Lampung yang sudah lama merindukan adanya tim asal Lampung berlaga di liga 1 tapi atas kekalahan ini mereka dibuat berharap-harap cemas," katanya.

    Ia menjelaskan bahwa pemainnya sudah melakukan apa yang mereka bisa untuk bisa memenangi laga lawan Bhayangakra agar terhindar dari zona degradasi. Tapi hasinya berkata lain.

    "Faktor yang terjadi adalah pemain kami mengalami kelelahan karena rentan waktu pertandingan yang cukup dekat," katanya.

    Milan pun meminta maaf kepada masyarakat Lampung sebab tidak bisa memenangkan laga pada malam ini dan berjanji akan melakukan yang terbaik di sisa dua pertandingan terakhir.

    Dengan hasil tersebut, Badak Lampung tetap di posisi ke-16 dengan 33 poin dan masih dalam zona degradasi. Saat ini tim asal Lampung tersebut sedang dalam bayang-bayang turun ke kasta kedua liga Indonesia.

    Skenario Badak Lampung mampu lolos dari lubang jarum untuk tetap bertahan di liga 1 Tahun 2020 jika pesaing terdekat mereka Persija Jakarta yang berada di peringkat 15 dengan 38 poin mengalami kekalahan beruntun dalam sisa pertandingan dan Laskar Saburai ini memenangkan dua laga sisanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?