Liga 1: Persija Menang, Marko Simic Pimpin Top Skor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Marko Simic mengontrol bola saat pertandingan Liga 1 2019 antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Tim asuhan Julio Banuelos masih terpaku di peringkat 15 dengan 14 poin.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemain Persija Jakarta, Marko Simic mengontrol bola saat pertandingan Liga 1 2019 antara Persija Jakarta melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Tim asuhan Julio Banuelos masih terpaku di peringkat 15 dengan 14 poin. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija Jakarta menang besar saat menjamu Madura United pada pekan ke-32 Liga 1 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019. Tim berjulukan Macan Kemayoran ini menang 4-0 atas tamunya.

    Marko Simic menjadi bintang lapangan berkat tiga gol yang dicetaknya pada menit 20, 28, dan 45+2. Namun semua gol tersebut berasal dari tendangan penalti.

    Satu gol lainnya diciptakan oleh gelandang Persija, Ramdani Lestaluhu pada menit ke-25. Tambahan tiga gol ini membuat posisi Simic sebagai top skor di Liga 1 semakin tidak tergoyahkan. Musim ini ia sudah mengemas total 30 gol.

    Sementara di pertandingan Liga 1 lainnya, PSIS Semarang juga meraih hasil positif saat menjamu Semen Padang. Tim yang diarsiteki Bambang Nurdiansyah ini menang 2-0 saat bermain di Stadion Madya Magelang, Jumat, 13 Desember 2019. Dua gol PSIS dikemas oleh Bruno Silva (45) dan Hari Nur Yulianto (90+4).

    Top Skor

    30 gol: Marko Simic (Persija Jakarta)
    17 gol: Alex Goncalves (Persela Lamongan)
    16 gol: Ilija Spasojevic (Bali United)

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?