Liga 1: Bhayangkara FC Akan Tunjuk Manajer Baru pada 2020

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bhayangkara FC melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Persija Jakarta dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. Pada pertandingan tersebut Bhayangkara FC berhasil menang dengan skor 3-0 atas tamunya Persija Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemain Bhayangkara FC melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Persija Jakarta dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. Pada pertandingan tersebut Bhayangkara FC berhasil menang dengan skor 3-0 atas tamunya Persija Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaBhayangkara FC akan memiliki manajer baru untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2020, setelah Sumardji menyatakan akan melepas jabatan tersebut dan fokus menjadi  Chief Operating Officer (COO) The Guardians.

    "Jadi sesuai tugas saya Insya Allah mungkin untuk manajer Bhayangkara senior akan dialihkan ke AKBP Nyoman Yogi, saya memosisikan diri sebagai COO," kata Sumardji dalam acara syukuran prestasi Bhayangkara Akademi Elite Pro di Kemenpora, Jumat.

    Sebelumnya Sumardji memegang jabatan sebagai manajer Bhayangkara FC sejak tahun 2016. Ia juga merangkap sebagai Chief Operating Officer (COO) The Guardians.

    Sumardji mengatakan dirinya ingin fokus dalam hal pengembangan serta pengawasan akademi Bhayangkara FC mulai dari U-16, U-18, dan U-20. Namun ia juga tak akan melepaskan pengawasan begitu saja Bhayangkara FC senior.

    Tujuannya melepaskan jabatan manajer di Bhayangkara FC senior agar klub milik Korps Polri tersebut bisa konsisten melahirkan bibit-bibit muda untuk kemudian bisa berguna bagi pesepakbolaan Indonesia khususnya tim nasional.

    "Tahun depan saya melepaskan jabatan bhayangkara senior supaya bisa fokus kepada akademi. Semua harus saya awasi dan jalankan supaya hasilnya maksimal," kata dia.

    Adapun capaian akademi Bhayangkara di tiga kategori usia itu cukup mentereng. The Guardians U-16 berhasil finis di urutan kedua setelah kalah dari Persikabo di laga puncak. Akademi U-18 keluar sebagai juara, sementara U-20 masuk di empat besar.

    Selain itu, ia ingin akan regenerasi Bhayangkara FC dalam mengarungi Liga 1 Indonesia tak terputus. Setiap pemain yang berada di kelompok umur 16 akan mengisi U-18, kemudian dari sana berlanjut ke U-20, dan berakhir di senior.

    Sumardji yakin dengan adanya regenerasi yang berkelanjutan, maka sepak bola Indonesia tak akan kehilangan talenta. Bahkan rencananya Bhayangkara akan memiliki klub dengan rentang usia yang lebih muda lagi.

    "Sebenarnya arah ke sana ada. Kepinginnya ada U-12 U-14 ada, dari SD sampe perguruan tinggi ada. Tapi saya harus melihat perkembangan yang ada tapi sekarang konsen ke U-16, U-18, dan U-20. Tapi kita tidak menutup kemungkinan U-14 supaya kita sambungkan ke U-16," kata Sumardji. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?