Ljungberg Desak Arsenal Cari Manajer Baru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal, Mesut Ozil dan Granit Xhaka tampak kecewa di akhir laga lanjutan Liga Inggris melawan Brighton di Stadion Emirates, London, 5 Desember 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    Pemain Arsenal, Mesut Ozil dan Granit Xhaka tampak kecewa di akhir laga lanjutan Liga Inggris melawan Brighton di Stadion Emirates, London, 5 Desember 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih sementara Arsenal, Freddie Ljungberg, mendesak kepada manajemen agar secepatnya mencari manajer baru. Menurut dia, situasi di Arsenal saat ini amat genting sebab tidak ada sosok yang bertanggung jawab penuh dan fokus membenahi tim.

    "Saya amat terhormat bisa mengisi posisi ini (manajer) dan mencoba melakukan segala yang terbaik untuk tim. Namun saya pikir akan baik jika klub membuat keputusan yang jelas," kata Ljungberg.

    Arsenal harus menelan pil pahit saat menghadapi Manchester City. The Gunners kalah tiga gol tanpa balas. Situasi di dalam tim saat ini nampaknya semakin sulit terkendali. Apalagi setelah
    Mesut Ozil menunjukkan emosi yang kurang bagus saat ditarik keluar lapangan.

    Ljungberg menyatakan saat ini semua staf berupaya membantu Arsenal melewati masa-masa sulit. Namun ia merasa prihatin dengan keterlibatan Per Mertesacker yang memegang dua jabatan.

    "Per adalah manajer akademi dan dia melakukan dua pekerjaan sekaligus. Saya pikir hal itu harus diperjelas agar semua orang tahu, tapi saya menyerahkan sepenuhnya ke klub," ucap
    Ljungberg.

    Menanggapi sikap emosional Ozil yang terlihat tidak senang ditarik keluar lapangan, Ljungberg menyatakan, akan membahasnya dengan sang pemain.

    "Alasan saya menarik Ozil karena tim membutuhkan energi. Jika dia bereaksi ketika keluar lapangan itu terserah dia. Kami akan menanggapinya nanti," sebut Ljungberg.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.