Arsenal Dihantam Krisis, Apa Perlu Arsene Wenger Balik Lagi?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Arsene Wenger sudah lama tak membawa Arsenal meraih gelar juara dan kemudian terus didesak untuk mundur. Tapi, penggantinya yaitu Unai Emery tak lama berkuasa sebagai manajer sampai dipecat. Manajer atau pelatih sementara, Freddie Ljunberg, juga meresahkan. Arsenal sudah dua kali di tangan mantan bintang gelandang the Gunners ini.

    Kini mungkin orang akan kembali mengenang kekuatan Wenger yaitu kemampuan menghadirkan stabilitas Arsenal di papan atas Liga Primer Inggris dalam jangka panjang, meski sudah lama tak juara liga sejak 2004 maupun Piala FA sejak 2017.

    Orang dulu mungkin mendesak-desak agar Arsene Wenger yang sudah menangani Arsenal 32 tahun dalam kurun waktu 1996-2018 meniupkan wacana the Gunners butuh penyegaran. Tapi, setelah pria sepuh Prancis berusia 70 tahun itu sukarela mundur, Arsenal pelan tapi pasti terjatuh dalam jurang kemelut.

    Dalam waktu yang pendek, belum sempat seperti Arsene Wenger yang piawai dalam bursa jual-beli pemain sehingga mendatangkan pemasukan dana buat Arsenal, Unai Emery hanya bisa setahun berada di skuad the Gunners ini 2018-2019 dan kemudian dipecat.

    ADVERTISEMENT

    Selanjutnya, pelatih sementara, Freddie Ljungberg yang juga mantan anak asuhan Arsene Wenger, membuat Arsenal sudah siap-siap keluar dari 10 besar Liga Primer Inggris setelah digasak Manchester City 3-0 di Emirates Stadium London, dinihari tadi, Minggu 15 Desember 2019.

    Arsenal mungkin pelatih yang sudah sarat pengalaman atau pelatih muda yang sudah sangat istimewa. Kalau tidak, apa perlu Arsene Wenger balik lagi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.