Menjelang Pertandingan Crystal Palace, Zaha Jadi Perbincangan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Crystal Palace, Wilfried Zaha melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Arsenal dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 21 April 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    Penyerang Crystal Palace, Wilfried Zaha melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Arsenal dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 21 April 2019. REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang laga Crystal Palace melawan Brighton, dinihari nanti, nama Wilfried Zaha, 27 tahun, hilir mudik di media di Inggris. Sebabnya, apalagi kalau kemungkinan hengkangnya bintang Crystal Palace itu di bursa transfer musim dingin, awal tahun baru esok.

    Sepertinya ini akan menjadi kelanjutan episode yang terjadi di bursa transfer musim panas lalu. Kala itu, pemain Pantai Gading ini diramaikan dengan kabar berminatnya dua klub, Arsenal dan Everton.

    The Gunners sempat mengajukan proposal senilai 44 juta euro atau sekitar Rp 690 miliar untuk memboyong dia ke Emirates. Namun petinggi klub berjulukan The Eagles itu hanya mau melepas Zaha dengan harga 80 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun. Arsenal dan Everton pun mundur teratur.

    Kali ini, yang santer diwartakan menginginkannya adalah klub yang baru lepas sanksi hukuman, Chelsea. Lepas dari larangan jual-beli pemain, The Blues dikabarkan menginginkan Zaha. Rumornya, Zaha adalah kandidat kuat pengganti dua penyerang sayap, Pedro dan Willian, yang akan ditendang. Dua pemain itu memang sudah rada berumur.

    Palace dikabarkan tak akan menurunkan harga. Tapi Chelsea, yang duitnya utuh karena tak belanja pemain di bursa lalu, dikabarkan sanggup memenuhi permintaan Palace. Chelsea sudah menyiapkan duit 150 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun untuk belanja pemain.

    Di sisi lain, Chelsea bisa menawarkan tukar tambah dalam proposal penawaran Zaha, yakni striker asal Prancis Olivier Giroud, 33 tahun. Biarpun tak muda lagi, bekas pemain Arsenal ini punya harga lumayan, 10 juta euro atau sekitar Rp 155 miliar.

    Melepas Giroud adalah keharusan. Kontraknya habis pada akhir musim ini. Membiarkannya pergi begitu saja, mereka tak dapat apa-apa. Lagi pula, Giroud memang bukan pilihan utama Lampard. Musim ini dia baru tujuh kali masuk ke lapangan.

    Apa pun tawaran The Blues, bagi Zaha pribadi, bermain bersama Chelsea tentu membuatnya bergairah. The Blues tampil di Liga Champions, panggung tertinggi sepak bola Eropa. “Zaha akan cocok bermain untuk Chelsea. Di sisi lain, bagi Chelsea, Zaha akan jadi pembelian bagus,” kata mantan pelatih Palace (2012-13) Ian Holloway.

    Menurut Holloway, sudah saatnya Zaha naik kelas. Mantan pemain Cardiff City itu sudah layak bermain untuk tim besar Eropa. “Bukannya saya benci Palace, tapi sudah jadi hukum alam, Zaha harus pergi,” kata pria berusia 56 tahun itu.

    Toh, semua itu hanya kegaduhan di media. Zaha tentu memilih berfokus melakoni partai pekan ke-17 melawan Brighton di Selhurst Park dinihari nanti. Main bagus tidak saja akan menyenangkan fan, tapi juga membuat Chelsea kian ngebet mendapatkan dia.

    INDRA WIJAYA | SKY SPORTS | GOAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?