Semen Padang Bertekad Raih 3 Poin di Laga Kandang Terakhir Liga 1

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih kepala Semen Padang, Eduardo Almeida. ANTARA

    Pelatih kepala Semen Padang, Eduardo Almeida. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Semen Padang berambisi memetik tiga poin saat menghadapi Pusamania Borneo FC pada laga kadang terakhir Liga 1 musim 2019 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Selasa, 17 Desember 2019.

    Pelatih Semen Padang, Eduardo Almeida, mengatakan kemenangan menjadi harga mati meski untuk mendapatkannya bakal tidak mudah. "Walau kami sudah pasti turun ke Liga 2, seluruh pemain harus profesional dan serius menghadapi lawan. Saya mau tidak poin," ujar Almeida, saat jumpa pers di Padang, Senin, 16 Desember 2019.

    Almeida juga telah berbicara kepada para pemainnya. Ia menginstruksikan untuk fokus dan serius dalam menghadapi dua laga sisa kompetisi Liga 1 2019. "Kami terus bekerja keras untuk dapatkan kemenangan di dua laga ini," katanya.

    Ia mengatakan Liga Indonesia sangat kompetitif dan bagus. Ada persaingan yang ketat di setiap pekan serta jarak poin yang dekat. "Saya menikmati itu dan kami tidak mampu meraih target bertahan di Liga 1," kata dia menambahkan.

    Almeida berharap pendukung Semen Padang terus memberikan dukungan penuh kepada tim terutama di laga kandang nanti. "Tanpa dukungan penonton tentu akan sulit dan di saat seperti ini dukungan itu sangat penting," katanya.

    Sementara itu, penjaga gawang Semen Padang Rendi Oscario mengatakan dirinya dan pemain akan bekerja keras hingga akhir kompetisi nanti untuk memberikan yang terbaik.

    "Kami ingin kemenangan dan mengakhiri dua laga ini dengan lebih baik. Kami terpukul dengan hasil ini namun kami harus berjuang hingga akhir," katanya.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.