Liverpool: Euforia Penggemar Mohamed Salah di Doha

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi penyerang Liverpool Mohamed Salah, setelah di tackle pemain Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris, 6 Oktober 2019. REUTERS/Phil Noble

    Ekspresi penyerang Liverpool Mohamed Salah, setelah di tackle pemain Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris, 6 Oktober 2019. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain penyerang dari Mesir, Mohamed Salah, yang kini menjadi bintang klub Liverpool menjadi pusat perhatian ketika mengikuti latihan timnya di Stadion Universitas Qatar, Doha, Senin, 16 Desember 2019.

    Salah dan kawan-kawan saat itu sedang berlatih di bawah pengarahan Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, untuk menghadapi pertandingan babak semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA melawan Monterrey dari Meksiko di Stadion Khalifa International Doha dinihari nanti, Kamis 19 Desember 2019.  

    Penampilan Mohamed Salah dan kawan-kawan dari Liverpool itu akan ditunggu-tunggu penonton tuan rumah karena bertepatan dengan hari Nasional Qatar 18 Desember.

    “Saya sangat senang melihat Mohamed Salah," kata Silvana Mitias, 35, dari Mesir kepada Al Jazeera. “Ia punya pengaruh sangat-sangat besar. Kami semua bangga kepada, semua orang Mesir, dan saya pikir semua orang Arab,” kata wanita tersebut.

    Pada April 2019, Mohamed Salah yang kini berusia 27 tahun menjadi pemain Liverpool kedelapan yang mencetak 50 gol di Liga Primer Inggris.

    Tahun lalu, Mohamed Salah meraih dua penghargaan bergengsi di Inggris, yaitu  Professional Footballers' Association Player of the Year dan Football Writers' Association's Footballer of the Year, setelah mencetak 44 gol untuk Liverpool dalam semua kompetisi.

    “Seorang penggemar Liverpool dan penduduk Doha dari Inggris yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan dia berharap dapat mendukung tim favoritnya.

    “Ini fantastis. Kami adalah penggemar beratnya. Jadi hal yang luar biasa bisa terjadi di sini. Kami mencintai Mo Salah,” kata wanita itu kepada Al Jazeera. “Harapannya, Liverpool akan menjuarai Liga Primer dan Eropa lagi.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.