Arsenal: Arteta akan Pimpin Gunners di Kandang Everton Sabtu Ini

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal diperkirakan akan mengumumkan penunjukkan Mikel Arteta sebagai manajer mereka yang baru sebelum bertanding di kandang Everton, Stadion Goodison Park, Liverpool, Sabtu ini, 21 Desember 2019.

    Pelatih asal Spanyol berusia 37 tahun ini lama bermain membela Everton 2005-2011 dan Arsenal 2011-2016 sebelum menjadi asisten manajer Manchester City sejak 2016 untuk mendampingi sang bos, Pep Gurdiola.

    Sebelum Unai Emery dipecat dari Arsenal, adalah Arteta yang diincar oleh para petinggi klub berjuluk The Gunners ini. Tapi, dalam perkembangannya, negosiasi dengan Arteta tidak menghasilkan kesepakatan.

    Arteta dikabarkan sepakat dengan bayaran lima juta pound sterling atau sekitar Rp 91,58 miliar per tahun dalam masa kontrak tiga setengah tahun di Arsenal. Selain itu, Arsenal akan membayar kompensasi kepada Manchester City untuk melepas Arteta.

    Menurut Mirror, Direktur Arsenal, Stan Kroenke, bertemu dengan Arteta dan menyepakati kembalinya Arteta ke klub yang bermarkas di London utara itu.  

    Mikel Arteta diperkirakan masih akan ikut rombongan Manchester City ke Oxford untuk menjalani pertandingan perempat final Piala Carabao dinihari nanti, Kamis 19 Desember 2019.

    Tapi, Arteta bisa berkonflik dengan Guardiola jika ia berecana memboyong pelatih Rodolfo Borrell ke Stadion Emirates. Pelatih asal Spanyol bekerja bersama Arteta di bawah kepemimpinan Pep Guardiola di Manchester City dalam tiga tahun terakhir.

    Kehilangan dua staf kepelatihan bisa menjadi pukulan berat buat Manchester City, terutama karena Pep Guardiola diperkirakan juga akan meninggalkan Etihad Stadium pada akhir musim ini.

    METRO.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.